Kekerasan Seksual Bisa Jadi Dilakukan oleh Anak

SEHAT | 17 Januari 2020 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Kekerasan seksual bisa jadi tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja. Anak-anak juga bisa menjadi pelaku dari kekerasan seksual ini.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa Gina Anindyajati di Amerika Serikat terdapat 35,6 persen anak-anak yang menjadi pelaku kekerasan seksual.

Memang agak rumit untuk mengetahui ciri-ciri anak yang menjadi pelaku kekerasan seksual atau tidak. Mungkin tampilannya dapat dikategorikan sebagai anak yang baik, tidak melakukan hal-hal yang mencurigakan. Hal tersebut bisa jadi hanya untuk memanipulasi perilaku buruknya, meskipun tidak semuanya seperti itu.

Guna mencegah anak menjadi pelaku kekerasan seksual, Gita menyarankan agar orangtua membuka komunikasi pada anak.

"Berupaya mencegah agar anak kita tidak menjadi pelaku, dengan cara membuka komunikasi pada anak. Ajarkan tentang pendidikan seks," kata Gita ditemui di Gedung IMERI Jakarta.

Wanita yang sehari-hari aktif di Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) itu juga menambahkan orangtua dapat memberitahu anak tentang hubungan seks itu apa, seperti apa itu seks, apa yang terkait dengan aktivitas seksual, dan siapa yang boleh melakukan, dan dengan cara seperti apa boleh melakukan seksual. Pastikan hal itu dikomunikasikan sesuai dengan usia anak.

1 dari 2 halaman

Ciptakan Situasi Aman

Dalam membuka komunikasi pada anak juga perlu di saat situasi yang aman. Penting untuk orangtua menciptakan situasi yang aman dalam keluarga ketika membicarakan hal-hal seperti ini pada anak. Hanya dalam situasi aman, dia mau bercerita.

Pada anak-anak kecil lebih mudah untuk menanyakan dan meminta anak untuk menceritakan aktivitas apa saja yang telah dilakukan pada hari itu.

"Contohnya kita bisa menanyakan pada anak kita "hari ini ngapain aja?", "hari ini main sama siapa?", "mainnya seperti apa? Bisa dicontohkan?" sehingga orangtua lebih mudah untuk mengidentifikasi apakah anak mereka menjadi korban atau bahkan pelaku dari kekerasan seksual," ucap dr. Gina.

2 dari 2 halaman

Penanganan Untuk Remaja

Sedikit sulit untuk mengetahuinya jika anak sudah remaja. Banyak faktor yang menjadikannya sulit, seperti komunikasi dengan orangtua lebih jarang, emosi yang belum stabil, dan hasrat seksualnya lebih tinggi dibandingkan anak-anak.

"Kita tidak bisa berharap anak remaja kita untuk secara tiba-tiba ngomong sama kita. Ini merupakan pola yang seharusnya dibentuk sejak kecil bahwa keluarga adalah tempat yang aman untuk dia bercerita," kata Gita.

Reporter: Vina Muthi A.
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
Dampak Psikis Apa yang Mungkin Dialami Korban kejahatan Seksual oleh Reynhard Sinaga?
Jumlah Psikiater yang Ada di Indonesia Saat Ini Dianggap Masih Kurang
3 Jenis Toxic People di Kantor dan Cara Menghadapinya
Dokter Jiwa Nilai Reynhard Sinaga Miliki Kecenderungan Psikopat Seksual
Melihat Bagaimana Comfort Food Bekerja, Adakah Bahaya yang Tersimpan di Dalamnya?

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.