Kekerasan Seksual Bisa Terjadi di Masa Pandemi COVID-19, Ketahui Bentuknya

Kekerasan Seksual Bisa Terjadi di Masa Pandemi COVID-19, Ketahui Bentuknya
ilustrasi menggunakan ponsel. © Ubergizmo.com
SEHAT | 17 Desember 2020 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Tinggal di rumah dan tidak berinteraksi langsung dengan orang lain tak menjamin bahwa seseorang bebas dari kekerasan seksual. Pada masa pandemi COVID-19 ini, ditemukan beberapa bentuk kekerasan seksual lain yang kerap terjadi.

Kekerasan seksual sendiri adalah tindakan berbau seks yang tidak diharapkan korban dan dapat dilancarkan dalam berbagai bentuk oleh pelakunya. Tidak hanya secara fisik, kekerasan seksual dapat juga dilakukan secara verbal, psikis, bahkan finansial.

Menurut ahli hukum dari Universitas Indonesia Dr. Lidwina Inge Nurtjahyo, S.H., M.Si, kekerasan seksual pada masa pandemi biasanya dilakukan secara daring.

Ia memberi contoh kasus yang terjadi pada mahasiswanya yang mendapat pesan berbau seks di akun Instagramnya. Padahal, mahasiswa tersebut tidak pernah mengunggah konten yang berbau asusila.

β€œMahasiswa saya punya akun Instagram kemudian dia mendapat komentar berbau seks dari orang tertentu,” kata Lidwina dalam webinar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) beberapa waktu lalu.

Pelaku yang memata-matai (stalking) menimbulkan rasa tidak nyaman dan tidak aman pada mahasiswa sampai ia mengubah akun instagramnya berkali-kali.

β€œIni juga merupakan bagian dari kekerasan seksual,” terangnya.

Baca Selanjutnya: Mengirim Konten Intim...

Halaman

(mdk/RWP)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami