Kelainan pada telinga bisa sebabkan perilaku hiperaktif

SEHAT | 8 September 2013 21:17 Reporter : Kun Sila Ananda

Merdeka.com - Kelainan perilaku dipercaya berasal dari otak. Namun peneliti menemukan bahwa kelainan dan masalah pada telinga bagian dalam juga bisa menyebabkan perubahan saraf. Peneliti juga mengungkap bahwa perilaku hiperaktif bisa disebabkan oleh masalah pada telinga bagian dalam.

Selama bertahun-tahun peneliti telah menemukan bahwa anak dan remaja yang memiliki masalah [ada telinga bagian dalam (terutama masalah yang mempengaruhi pendengaran dan keseimbangan) juga mengalami masalah perilaku, seperti hiperaktivitas. Namun belum ada yang mencoba membuktikannya.

"Penelitian kami menunjukkan bukti pertama bahwa masalah pada telinga baik dalam berkaitan dengan perubahan molekul pada otak dan mempengaruhi perilaku anak," ungkap ketua peneliti Dr Jean Hebert dari Albert Einstein College of Medicine di New York.

Hasil penelitian ini berarti bahwa anak yang memiliki perilaku hiperaktif dan masalah pada telinga bagian dalam bisa diredakan dan diatasi dengan memberikan obat yang berkaitan dengan bagian tertentu pada otak, seperti dilansir oleh Daily Mail (08/09).

Kelainan pada telinga bagian dalam biasanya disebabkan oleh kelainan saat lahir. Namun hal tersebut juga bisa disebabkan oleh luka atau infeksi. Bagian dalam telinga terdiri atas dua struktur, koklea yang bertugas untuk pendengaran dan sistem vestibular yang bertugas untuk keseimbangan.

Hasil penelitian ini didapatkan melalui percobaan pada tikus laboratorium. Tikus yang dihilangkan gen pada salah satu bagian telinga dalamnya mengalami perubahan perilaku dan peningkatan gerakan. Berdasarkan temuan ini peneliti berasumsi bahwa kelainan pada telinga bagian dalam berkaitan dengan otak dan perubahan perilaku. (mdk/kun)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.