Kenali 3 Faktor Risiko yang Bisa Jadi Penyebab Penyakit Autoimun

SEHAT | 18 Oktober 2019 08:32 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Ashanty baru saja divonis mengidap penyakit autoimun. Penyakit ini sendiri terjadi bukan karena disebabkan oleh virus atau bakteri dari luar melainkan karena kondisi di dalam sistem kekebalan tubuh.

Seorang pengidap penyakit autoimun biasanya sistem kekebalan tubuh yang dimilikinya justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Terjadinya hal ini disebabkan karena sistem imun tubuh tidak bisa mengenali sel tubuh dan mengiranya sebagai sel asing.

Diserangnya sel tubuh sendiri ini menyebabkan seseorang mengalami peradangan. Perbedaan sel tubuh yang diserang bisa menyebabkan munculnya dampak yang berbeda pada masing-masing orang dan masing-masing penyakit.

Di dunia ini, jenis penyakit autoimun berjumlah lebih 100 penyakit. Hingga kini, para ahli belum berhasil mengetahui secara pasti penyebab penyakit autoimun.

Walau belum diketahui secara pasti penyebab dari penyakit ini, dr. Nadia Octavia dari KlikDokter menyebut bahwa terdapat sejumlah faktor risiko yang berperan. Berikut sejumlah faktor yang diduga bisa jadi penyebab penyakit autoimun.

1 dari 3 halaman

Genetik

Penyakit autoimun cenderung diturunkan dalam keluarga. Pada suatu studi disebutkan bahwa risiko anak untuk mengalami multipel sklerosis (penyakit yang diduga karena adanya mutasi genetik HLA-DRB1) meningkat 20 persen jika salah satu orang tuanya juga memiliki penyakit yang sama.

Tidak hanya multiple sklerosis, namun penyakit autoimun lain juga dapat menurun di keluarga. Penyakit autoimun lain, seperti psoriasis vulgaris, juga cenderung menurun pada keluarga.

Walau begitu, bukan berarti bahwa penyakit autoimun yang sama 100 persen dapat diturunkan. Walau begitu, hal ini menjadi faktor risiko terhadap suatu penyakit autoimun yang sama.

2 dari 3 halaman

Infeksi

Sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat membuat seseorang mudah terkena infeksi virus ataupun bakteri. Penyebab dari kelemahan sistem kekebalan tubuh ini bisa juga karena faktor genetik.

Saat terjadi infeksi virus atau bakteri, tubuh seharusnya bisa membedakan mana yang benda asing, mana yang protein dari tubuh sendiri.Namun, pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah akan kesulitan membedakan infeksi atau bukan.

Hal ini terjadi seperti misalnya virus EpsteinBarr yang diduga menjadi pemicu multiple sklerosis. Pemicu lain adalah virus Coxsackie, yang juga diduga menyebabkan diabetes tipe 1.

3 dari 3 halaman

Faktor Lingkungan dan Pola Hidup

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Scripps Institute di Los Angeles, Amerika Serikat, disebutkan bahwa faktor lingkungan dan pola hidup berperan pada 70 persen kasus penyakit autoimun. Penyebabnya bisa karena infeksi, paparan bahan toksik (seperti alkohol atau bahan kimia), dan pola diet seperti terlalu banyak mengonsumsi garam.

Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan disortir oleh tubuh, untuk memastikan apakah zat di dalam makanan tersebut berbahaya atau tidak. Namun pada penyakit autoimun, dapat terjadi reaksi "kebingungan" tubuh terhadap zat yang masuk. Akibatnya sel-sel tubuh yang sehat pun diserang.

Tiga faktor tersebut memiliki peran yang sangat besar dalam munculnya penyakit autoimun pada diri seseorang. Kenali sebaik mungkin kondisi kesehatan dirimu dan sekitarmu untuk mendiagnosis lebih cepat jika memang terdapat risiko penyakit autoimun. (mdk/RWP)

Baca juga:
5 Artis Indonesia yang Mengidap Penyakit Autoimun
10 Penyakit Autoimun yang Paling Umum Dialami Ditemui di Masyarakat
Penyakit Autoimun Tidak Bisa Disembuhkan Namun Bisa Dikendalikan
4 Penyakit paling mematikan yang menyerang sistem kekebalan tubuh