Kenali 7 Jenis Stimulasi Sensori pada Anak dan Bagaimana Cara Melatihnya

Kenali 7 Jenis Stimulasi Sensori pada Anak dan Bagaimana Cara Melatihnya
SEHAT | 4 Agustus 2020 14:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Seribu hari pertama anak merupakan waktu yang sangat menentukan dalam kehidupannya. Hal ini menjadi masa-masa emas yang berpengaruh hingga ke masa depan.

Psikolog klinis anak Rayi Tanjung Sari menjelaskan pentingnya melatih stimulasi sensori pada 1.000 hari pertama kehidupan. Menurutnya, ada 7 stimulasi sensori yang harus diperhatikan orangtua dalam tumbuh kembang anak yaitu sensori penglihatan, penciuman, perasa, pendengaran, peraba/taktil, keseimbangan/vestibular, dan gerak otot/propiosetif.

“Anak-anak belajar menerima stimulasi dari 7 sensor ini agar masuk ke otak dan dikelola dengan baik sehingga anak-anak bisa mengeluarkan output yang tepat yang sesuai dengan konteks dan tuntutan lingkungan,” ujar Rayi dalam webminar Kalbe beberapa waktu lalu.

Jika 7 sensor ini tidak terstimulasi dengan baik, maka di otak akan ada kekacauan sehingga output-nya tidak maksimal atau tidak tepat.

“Melalui sensori ini otak anak juga akan berkembang. Setiap pengalaman yang diambil dari lingkungannya akan membuat sel-sel otak saling terhubung. Hal ini membuat otak berlatih sehingga bertumbuh dengan baik,” terangnya.

Baca Selanjutnya: Memengaruhi Kemampuan Belajar...

Halaman

(mdk/RWP)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami