Kenali Beragam Jenis, Pemicu, Hingga Cara Mengatasi Terjadinya Sakit Kepala

Kenali Beragam Jenis, Pemicu, Hingga Cara Mengatasi Terjadinya Sakit Kepala
Ilustrasi sakit kepala. Shutterstock/9nong
SEHAT | 27 Oktober 2021 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Masalah sakit kepala merupakan suatu hal yang kerap kita alami pada kehidupan sehari-hari. Tenyata, terjadinya sakit kepala ini bisa muncul dalam berbagai jenis dengan pemicu yang juga berbeda.

Dokter Riana Nirmala Wijaya dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan serba serbi seputar sakit kepala, mulai dari jenis, durasi normal, makanan pemicu hingga solusi.

Riana menjelaskan, beberapa bulan terakhir 8 dari 10 orang di Indonesia pernah mengalami sakit kepala, dengan sakit kepala tipe tegang merupakan jenis yang paling umum.

"Jenis sakit kepala ada primer dan sekunder. Yang primer adalah sakit kepala tegang, migrain dan cluster," kata Riana dalam konferensi pers daring beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Sakit kepala tegang membuat kepala terasa tegang, sakit bagai diikat. Biasanya rasa nyeri ada di dua sisi. Sakit kepala yang bisa terjadi berulang ini menimbulkan nyeri "tumpul" yang tidak berdenyut-denyut. Jenis sakit kepala ini yang sering terjadi hingga pada 42 persen populasi, kata Riana.

Sakit kepala tegang yang wajar bisa berlangsung hingga empat jam. Segera periksakan diri ke dokter bila tak kunjung sembuh setelah meminum obat dan sakitnya berulang-ulang serta berlangsung terlalu lama.

Jenis kedua adalah sakit kepala migrain yang umumnya terjadi pada satu sisi. Dibandingkan sakit kepala tegang, migrain terasa nyeri dan menusuk-nusuk. Selanjutnya adalah sakit kepala cluster yang nyerinya intens. Rssa sakitnya dapat menjalar hingga ke leher bahkan ke pipi. Selain nyeri, penderita bisa mengeluarkan keringat dingin dan mata serta hidungnya berair.

Sementara sakit kepala sekunder biasanya disebabkan oleh hal lain, misalnya penyakit sinusitis.

Bila sakit kepala terasa hebat dan menusuk-nusuk hingga menimbulkan gejala lain seperti mual, muntah atau gangguan kesadaran serta gangguan saraf seperti kelumpuhan, segera periksakan diri ke dokter. Sakit kepala yang tak kunjung sembuh lebih dari lima hari juga harus diperiksakan lebih lanjut. Anda juga sebaiknya waspada bila sakit kepala diderita oleh lansia.

2 dari 2 halaman

Pemicu Sakit

Riana menjelaskan, sakit kepala dapat dipicu oleh perubahan gaya hidup dan proses adaptasi selama kenormalan baru, seperti kurang istirahat, postur tubuh yang salah dalam waktu yang lama, stres emosional, rasa lapar, atau aktivitas yang banyak.

Sebuah laporan menemukan bahwa sekitar 90 persen orang di usia produktif menderita sakit kepala akibat stres dan tren ini meningkat selama pandemi. Temuan dari sebuah jurnal menyatakan bahwa sakit kepala tegang yang dirasakan ketika bekerja dapat menurunkan produktivitas pekerja hingga 33 persen.

Makanan juga dapat jadi pemicu sakit kepala, seperti migrain, yakni makanan yang tinggi MSG, garam dan pengawet. Makanan olahan seperti daging beku juga dapat memicu nyeri kepala karena mengandung kadar natrium tinggi.

Untuk meredakan sakit kepala dengan cepat, disarankan untuk melakukan beragam hal. Minum air putih sesuai kebutuhan, aktif bergerak minimal 30 menit per hari, menghindari pemakaian masker yang terlalu ketat, mengendalikan stres, serta beristirahat dengan cukup merupakan hal yang bisa dilakukan. (mdk/RWP)

Baca juga:
10 faktor Risiko Osteoporosis yang Perlu Diketahui
Konsumsi Terlalu Banyak Karbohidrat dan Lemak Bisa Timbulkan Kantuk Setelah Makan
Obesitas Menjadi Ancaman Bagi Peradaban Manusia Saat Ini
6 Kondisi yang Bakal Dialami oleh Tubuh ketika Tidak Sarapan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami