Kenali Kandungan Tinggi Kalori dari Kue Lebaran, Jangan Konsumsi Berlebihan!

Kenali Kandungan Tinggi Kalori dari Kue Lebaran, Jangan Konsumsi Berlebihan!
SEHAT | 27 Mei 2020 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Kue kering khas lebaran yang biasa kita konsumsi seperti nastar, kastengel, dan putri salju ternyata memiliki dampak pada tubuh. Pada sejumlah kue lebaran ini, kandungan kalori yang dimiliki sangat tinggi.

Empat butir kue lebaran memiliki kandungan lebih tinggi dibanding seporsi nasi dengan lauk-pauk lengkap. Oleh sebab itu, hati-hati. Tidak dilarang untuk memakannya tapi harus pintar-pintar mengerem mulut agar tak habis satu toples.

Apabila dalam sehari menghabiskan satu toples kue kering khas Idul Fitri sendirian, berat badan lantas langsung naik?

Mula-mula Christina Andhika Setyani SGz RD, Ahli Gizi Mayapada Hospital Kuningan, menjelaskan bahwa kebutuhan kalori pria dewasa di kisaran 2.550 sampai 2.650 kkal. Sementara wanita dewasa, sedikit lebih rendah yaitu 2.150 sampai 2.2500 kkal per hari.

1 dari 2 halaman

Kalori di Kue Lebaran

Lebih lanjut, berdasarkan tabel Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram kue nastar mengandung kalori sebesar 512 kkal, protein 16 gram, lemak 24,5 gram, dan karbohidrat 57 gram. Lalu 100 gram kastengel, mengandung kalori sebesar 406 kkal, protein 18 gram, lemak 20,6 gram, dan karbohidrat 38 gram.

Itu untuk 100 gram atau setara dengan empat sampai enam butir kue kering.

Sedangkan kalau dihabiskan satu toples sendiri, yang besarannya kurang lebih adalah 250 gram, tentu kalori yang masuk dalam sehari akan sangat berlebih.

"Belum lagi ditambah dengan makanan hidangan lebaran lainnya," kata Christina saat dihubungi Health Liputan6.com.

2 dari 2 halaman

Berat Badan Langsung Naik?

Lantas, apakah dengan menghabiskan satu toples kue kering sendirian langsung menaikkan berat badan?

"Peningkatan berat badan akibat konsumsi kue kering satu toples sepertinya sulit untuk dikethaui secara pasti, karena setiap orang pasti berbeda-beda," terang Christina.

Pasalnya, Christina mengatakan bahwa perbedaan peningkatan berat badan dipengaruhi oleh jumlah asupan makanan, aktivitas fisik, jenis makanan yang dikonsumsi, pola makan, dan status gizi atau berat badan awal masing-masing orang.

Reporter: Aditya Eka Prawira
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
Amankah Memanasi Opor Hingga Berkali-Kali di Momen Lebaran?
Jangan Berlebihan Konsumsi Makanan Lebaran untuk Jaga Kesehatan Tubuh
Perhatikan Asupan Air dan Serat untuk Jaga Kesehatan di Kala Lebaran
Deretan Makanan yang Bisa Menjaga Batas Kolesterol pada Saat Lebaran
Salah Satu Hidangan Khas Lebaran, Berikut Deretan Manfaat dari Rebung
6 Makanan dan Minuman yang Bisa Memperburuk Gejala Diare yang Dialami Seseorang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami