Kenali Sejumlah Mitos Kesehatan yang Beredar Terkait Makanan

Kenali Sejumlah Mitos Kesehatan yang Beredar Terkait Makanan
SEHAT | 4 Juli 2020 18:30 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Sejumlah mitos mengenai makanan dann kesehatan beredar di masyarakat pada masa derasnya informasi. Walau begitu, pada sejumlah mitos ini, ternyata banyak orang yang masih belum mengetahui kebenarannya.

Ardy Brian Lizuardi, Master of Science in Nutrician and Health Wageningen University, Belanda menyebutkan beberapa fakta dan mitos seputar masalah kesehatan. Hal ini seperti ngemil bisa membuat gemuk, gula pasir sumber energi penting, konsumsi MSG bisa membuat rusak otak hingga gula aren lebih sehat dari gula pasir.

Ngemil Bisa Membuat Gemuk

Ardy mengatakan secara umum nyemil tidak membuat badan menjadi gemuk, bahkan membantu untuk mengurangi berat badan asal yang dikonsumsi rendah kalori dan kaya serat.

"Studi menyebutkan bahwa ngemil sehat, tinggi serat dan mengandung protein ternyata akan membuat asupan kalori berkurang. Jadi mereka enggak akan makan terlalu banyak saat jam makan datang. Dengan nyemil lambung jadi terisi dan kita cenderung makannya jadi enggak banyak saat jam makan," kata Ardy dalam bincang-bincang virtual NutriClass, dilansir dari Antara.

1 dari 4 halaman

Gula Pasir Merupakan Sumber Energi Penting

Hal ini tidaklah benar. Pasalnya, gula pasir mengandung karbohidrat sederhana yang akan berubah menjadi energi namun tidak memiliki manfaat lain. Gula pasir juga akan membuat kadar gula tubuh meningkat dengan sangat cepat.

"Kalau kadar gula naiknya terlalu cepat akan jadi energi dan kalau terlalu banyak jadi lemak. Kalau orang suka banget minum manis dan enggak mau gemuk, pilih gula yang rendah kalori. Gula nol kalori yang alami itu dari daun stevia," jelas Ardy.

2 dari 4 halaman

Kecap Manis Rendah Kandungan Garam

rendah kandungan garam

Menurut Ardy, dalam pembuatan kecap kedelai diberi banyak garam untuk proses fermentasi. Agar rasanya tidak hanya manis, pada bagian akhir pengemasan ditambahkan garam agar lebih gurih dan nikmat.

"Kalau enggak dikasih garam, rasanya cuma manis orang enggak akan suka. Makanya produsen-produsen menambahkan garam. Penambahan garam adalah supaya balance jadi rasanya nikmat," kata Ardy.

3 dari 4 halaman

Daging Kambing Bisa Memicu Darah Tinggi

Makan daging kambing picu darah tinggi Daging kambing tidaklah membuat darah tinggi. Yang menjadi masalah adalah banyaknya jumlah garam dan bumbu yang digunakan ketika memasak kambing.

Olahan daging kambing biasanya dimasak dengan santan, kecap dan garam. Bumbu inilah yang membuat tekanan darah menjadi tinggi. Jika kamu hanya memakan daging kambing, usahakan tidak memakai kecap atau santan yang berlebihan.

4 dari 4 halaman

 Susu Membuat Gemuk

membuat gemuk

Ardy menyebutkan jika hal ini hanyalah mitos. Susu harus tetap dikonsumsi sebab memiliki banyak manfaat khususnya bagi para wanita yang bersiap untuk menjadi ibu.

"Susu mengandung kalsium dan ini yang akan diberikan kepada calon bayi saat di kandungan, jadi tabungan kalsiumnya cukup untuk ibu dan anak. Kalau kurang saat lansia akan mengalami osteoporosis," jelas Ardy.

Saat ini susu memiliki banyak pilihan, jika takut gemuk Anda bisa mengonsumsi susu yang rendah lemak dan kalori. Gula aren lebih sehat dari gula pasir Gula aren, gula batu dan gula madu dianggap lebih dari gula pasir atau gula putih.

Faktanya, semua gula tersebut mengandung jumlah kalori yang hampir sama atau selisih kalorinya hanya sedikit dibanding gula pasir. Selain itu, gula-gula tersebut juga dapat menaikkan kadar gula darah dengan cepat. (mdk/RWP)

Baca juga:
Jangan Diminum Sembarangan! Ini Sejumlah Bahaya Konsumsi Susu Mentah
Buat Mie Instan Lebih Bernutrisi, Begini Cara yang Bisa Dilakukan
Begini Cara yang Bisa DIlakukan Orangtua untuk Membuat Anak Suka Makan Sayur
Sejumlah Pola Makan yang Bisa Diterapkan untuk Mencegah Masalah Usai Operasi
6 Jenis Nutrisi Penting bagi Ibu Hamil yang Harus Tercukupi, Jaga Kesehatan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami