Kendati Tak Mematikan, Nyeri Punggung Bisa Picu Munculnya Depresi

SEHAT | 5 Mei 2019 18:07 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan penyakit yang tak mematikan namun bisa terasa sangat mengganggu. Bagi pengidap masalah ini, aktivitas mereka bakal tak nyaman dan bahwa bisa hingga menimbulkan masalah seperti depresi.

"Penyakit ini memang tidak sampai membuat kematian tapi mengganggu aktivitas. Mau ngapa-ngapain enggak nyaman karena terganggu. Makanya orang yang mengalami nyeri itu kadang depresi. Ketika nyeri tak hilang-hilang sampai mau bunuh diri juga ada," kata dokter spesialis saraf RS EMC Sentul Jawa Barat, Dewanta Sembiring.

Rasa tidak nyaman ketika beraktivitas membuat penderita nyeri punggung bawah jadi sering tidak masuk kerja. Hal ini pun membuat atasan menilai produktivitas orang tersebut menurun.

Itu sebabnya perlu dilakukan intervensi guna mengurangi derajat nyeri. Manajemen penanganan nyeri pada umumnya sama, yakni mengubah gaya hidup, pemberian obat, dan menjalani fisioterapi. Dengan cara ini derajat nyeri yang mungkin tadi berada di level 8 menjadi 2 atau 3.

"Untuk kasus-kasus tertentu ada nyeri yang tidak bisa hilang hingga 100 persen. Jadi, dokter akan menyampaikan bahwa yang dilakukan untuk mengurangi nyeri. Dengan pengurangan nyeri, dia bisa beradaptasi jadi masih bisa melakukan aktivitas biasa," kata Dewa usai seminar Update Manajemen Low Back Pain di Hotel Sahira Bogor.

Bila sudah melakukan perubahan gaya hidup, obat, dan fisioterapi tapi tidak ada perubahan. Dokter mungkin akan menyarankan melakukan radiofrequency ablation terutama pada kasus sacroiliac joints pain dan facet joint pain.

"Terapi ini bisa untuk nyeri pada lumbar, pinggang kadang torak. Misalnya pada sendi yang bermasalah, kan ada saraf kecil yang nempel, halus banget. Saraf itu yang mengantarkan nyeri kita blok dengan radiofrequency ablation," kata Dewa.

"Sehingga saraf itu tidak bisa mengantarkan nyeri lagi," tandasnya.

Reporter: Benedikta Desideria
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Masalah Kesehatan Jiwa di Indonesia Dianggap Masih Terbelakang dan Disepelekan
Sering Begadang, Komposisi Makanan Sangat Penting untuk Imbangi Gaya Hidup
Ini Penyebab Mengapa Diabetes Biasa Menyerang Kaki Terlebih Dahulu
Alergi Bisa Saja Tak Muncul Sedari Kecil Namun Ketika Sudah Dewasa
kebiasaan Menggigit Kuku atau Menarik rambut Bisa Jadi Tanda Adanya Masalah Psikologi
Bagi Penderita Diabetes, Waspadai Gula Darah Rendah Selama Bulan Ramadan



(mdk/RWP)