Ketahui Tips Agar Ibu Hamil dengan Asma Tetap Bisa Berolahraga

Ketahui Tips Agar Ibu Hamil dengan Asma Tetap Bisa Berolahraga
Ilustrasi Ibu Hamil Berolahraga. ©nasm.org
SEHAT | 26 Oktober 2021 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Olahraga merupakan sebuah hal yang harus kerap dilakukan terutama pada ibu hamil. Hal ini penting untuk terus dilakukan demi perkembangan kondisi janin dan kesehatan ibu.

Walau begitu, patut diwaspadai adanya perubahan fisiologis saluran pernapasan saat masa kehamilan. Hormon progesteron menyebabkan resistensi saluran napas dan meningkatkan sensitifitas pusat pernapasan terhadap karbondioksida.

Dokter Ketut Suhendro, MKes., AIFO., SpOG, menjelaskan perihal asma merupakan penyakit obstruksi saluran napas yang sering dijumpai pada kehamilan dan persalinan. Sekitar 1-4 persen wanita hamil menderita asma.

“Asma dapat dikenali dari beberapa gejalanya seperti batuk, sesak, mengi (wheezing), dan kadang adanya rasa nyeri di dada,” ujar dokter yang kini bertugas di Kasih Ibu Hospital Tabanan dan Klinik Kasih Ibu Bajra, Bali, kepada Health Liputan6.com.

Beberapa efek asma yang terjadi pada kehilan di antaranya: abortus, persalinan premature, hipoksia neonates, kematian perintal, kematian maternal (ibu hamil), preeklamsia (hipertensi pada kehamilan).

Terapi Asma Pada Ibu Hamil

Obat (pereda dan pengontrol serangan asma) dan aktivitas fisik (olahraga) untuk mengontrol penyakit asmanya.

Asma pada ibu hamil dikatakan terkontrol apabila memiliki ciri sebagai berikut seperti disampaikan Suhendro:

1. Gejala minimal atau tanpa gejala

2. Tanpa keterbatasan aktivitas harian

3. Tanpa gejala asma malam

4. Kebutuhan obat pereda serangan asma minimal

5. Fungsi paru-paru normal atau hampir normal

6. Efek samping obat minimal

7. Tanpa serangan asma berat

2 dari 3 halaman

Manfaat Olahraga Pada Ibu Hamil

Olahraga pada ibu hamil dapat membantu meningkatkan kebugaran fisik, meningkatkan kapasitas paru, mengurangi pembengkakan saluran pernapasan. Lalu, mengurangi peradangan (inflamasi) pada saluran pernapasan, pola pernapasan yang lebih efisien, mengurangi spasme otot pernapasan, melatih otot-otot pernapasan. Dengan adanya maanfaat olahraga tersebut, ibu hamil dapat mengontrol frekuensi dan tingkat keparahan serangan asmanya.

Suhendro mengatakan ada beberapa alternatif olahraga bagi ibu hamil dengan asma. Mulai dari berenang, jalan kaki, jogging, sepeda statis, lari. Namun, jangan sampai olahraga memicu serangan asma.

“Pada sebagian ibu hamil, olahraga dapat memicu terjadinya serangan asma,” kata dokter Suhendro.

Bila ini terjadi, biasanya si ibu untuk sementara menghindari aktivitas olahraga tersebut. Dampaknya kondisi fisiknya semakin menurun, sehingga ibu hamil tersebut dapat mengalami serangan asma pada saat tubuh beraktivitas fisik yang ringan.

Oleh karena itu ibu hamil dengan asam disarankan melakukan olahraga secara teratur untuk meningkatkan kebugaran fisik dan mengurangi keluhan selama hamil.

“Ibu hamil baiknya mewaspadai beberapa aktivitas fisik (olahraga) yang dapat mencetuskan serangan asmanya,” ujar Suhendro.

3 dari 3 halaman

Langkah Pencegahan Serangan Asma Saat Ibu Hamil Berolahraga

Gejala dapat muncul saat mulai olahraga, mencapai puncaknya 8-15 menit setelah selesai olahraga dan biasanya gejala akan pulih kembali setelah 60 menit kemudian.

Ini umumnya terjadi pada olahraga dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama seperti sepakbola, basket, bulu tangkis, dan balap sepeda.Cara mengetahui EIA adalah dengan melakukan exercise challenge test.

Berkurangnya 10-15 persen FEPR atau FEV1 setelah melakukan treadmill selama 6 menit dengan intensitas 85-90% denyut nadi maksimal merupakan tanda ibu hamil tersebut mengalami EIA.

Beberapa di antaranya seperti: kondisi udara sekitar, lama, jenis, dosis, dan intensitas olahraga, paparan terhadap allergen, keteraturan minum obat pengontrol asma, kondisi kebugaran fisik yang rendah, infeksi saluran perpapasan, dan jarak waktu serangan EIA terakhir.

1. Pastikan tersedia obat pereda asma

2. Pemanasan sebelum olahraga (10-15 menit)

3. Gunakan dosis olahraga dengan intensitas naik secara bertahap (FITT)

4. Pendinginan setelah olahraga (10-15 menit)

5. Penihi kebutuhan cairan sebelum, saat dan setelah olahraga

6. Ketahui kualitas udara dan hindari allergen di sekitar tempat kita melakukan olahraga

7. Bernapas lewat hidung

8. Istirahat sejenak selama melakukan aktivitas olahraga

“Ibu hamil dengan asma dapat melakukan aktivitas olahraga secara teratur sesuai dosis olahraga yang dianjurkan untuk meningkatkan kebugaran fisik dan meningkatkan kualitas hidupnya,” tandas Suhendro.

Reporter: Mina Megawati
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
Berdasar Aturan BPOM, Begini Cara Simpan Frozen Food dan Olahan Siap Saji
Secara Ilmiah, Ini 5 Cara Agar Lebih Sehat di Akhir Pekan
Demi Kesehatan Mental, Bedakan antara Produktif dan Bekerja Berlebihan
5 Cara Sederhana Jaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi
Hendak Kurangi Risiko Penyakit Jantung, Ketahui Rekomendasi Pola Makan Sehat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami