Ketika Demam Melanda, Tidak Perlu Mengonsumsi Antibiotik

SEHAT | 20 November 2019 14:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Ketika sedang mengalami demam, seseorang tidak perlu terburu-buru langsung mengonsumsi antibiotik. Pasalnya, demam merupakan respons tubuh untuk mematikan virus dengan menaikkan suhu tubuh.

"Hal seperti ini yang mesti dibagi karena masyarakat punya persepsi kalau demam tinggi mesti makan antibiotik atau kalau demamnya lewat tiga hari, mesti makan antibiotik," kata dokter spesialis anak Purnamawati Sujud.

"(Padahal) Demam itu reaksi dari sistem imun kita, bukan barang jelek," kata dokter yang akrab disapa Wati ini dalam pemaparannya.

Lebih lanjut, Wati menjelasakan bahwa antibiotik bukanlah untuk mengobati penyakit akibat virus melainkan bakteri.

1 dari 1 halaman

Tak Semua Penyakit Bisa Diobati Antibiotik

Tidak semua penyakit juga disebabkan oleh bakteri. Penyakit yang diakibatkan oleh bakteri pun jumlahnya lebih sedikit. Selain itu, tidak semua bakteri yang ada di sekitar kita adalah buruk bagi tubuh bahkan dibutuhkan oleh makhluk hidup lain

"Kebanyakan penyakit infeksi itu disebabkan oleh virus," kata Wati.

Dia menjelaskan bahwa virus tidak bisa bereproduksi sendiri. Inilah yang membedakan antara virus dan bakteri.

"Itulah mengapa antibiotik cuma bisa membunuh bakteri dan tidak bisa membunuh virus," tandasnya.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
Waspada Penggunaan Alat Makan dan Masak Karena Bisa Timbulkan Bahaya Bagi Kesehatan
Apa yang Bakal Terjadi pada Payudara Ketika Berolahraga Tanpa Menggunakan Bra?
Sejumlah Masalah Kesehatan yang Bisa Kamu Alami Ketika Kebanyakan Konsumsi Pepaya
Pahami Langkah-Langkah Hadapi Risiko Stroke yang tepat
Begini Cara Otak Pulihkan Tubuh dan Buang Racun Ketika Tidur
Pakar Kesehatan Ingatkan Bahwa Hand Sanitizer Tak Bisa Ganti Cuci Tangan dengan Sabun