Kini Ibu Hamil Bisa Vaksin Covid-19, Ini Syaratnya

Kini Ibu Hamil Bisa Vaksin Covid-19, Ini Syaratnya
Ibu hamil. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/YanLev
SEHAT | 30 Juni 2021 07:12 Reporter : Titah Mranani

Merdeka.com - Rekomendasi Perhimpunan Obtetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), ibu hamil kini bisa menerima vaksin covid-19. Hal tersebut diputuskan, mengingat dampak yang akan dihadapi ibu hamil jika tertular virus covid-19 akan lebih berat.

Oleh sebab itu, POGI meminta agar vaksinasi covid-19 terhadap ibu hamil dipercepat dan diperluas karena melihat tingginya kasus covid-19 saat ini pada tiga golongan. Yang pertama, ibu hamil dengan risiko tinggi, seperti usia di atas 35 tahun, memiliki BMI di atas 40, dengan komorbid diabetes dan hipertensi.

Kedua kelompok ibu hamil risiko terpapar, terutama tenaga kesehatan. Dan ketiga ibu hamil dengan risiko rendah setelah mendapatkan penjelasan dari petugas kesehatan dan bersedia atas pilihannya untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19.

dr. Darrell Fernando, SpOG menegaskan jika ibu hamil diperbolehkan vaksin Covid-19 dengan beberapa catatan sebagai berikut;

1. Vaksin yang digunakan adalah vaksin virus yang tidak aktif/inactivated (Sinovac).

2. Di Amerika Serikat, vaksin mRNA seperti Pfizer dan Moderna dilaporkan aman pada kehamilan tapi saat ini belum tersedia di Indonesia.

3. Mengenai vaksin AstraZeneca, sebaiknya dipilih jenis vaksin yang lain terlebih dahulu.

dr. Darrell dalam unggahannya, menyertakan pernyataan dari WHO yang juga merekomendasikan penggunaan jenis vaksin Sinovac untuk ibu hamil dengan risiko paling kecil. Sebab vaksin ini dibuat dengan platform atau metode virus yang telah dimatikan (inactivated virus).

Dengan cara tersebut maka tubuh bisa belajar mengenali virus penyebab Covid-19 tanpa harus menghadapi risiko serius. Vaksin ini diberikan dalam dua dosis atau dua kali suntikan.

Saat ini POGI juga sedang melakukan advokasi ke BKKBN, BPOM, ITAGI, IDAI mengenai rekomendasi vaksin Covid-19 pada kehamilan. Sementara itu, dr. Darrell menyarankan tetap patuhi protokol kesehatan, upgrade penggunaan masker, dan vaksinasi jika memungkinkan.

Sumber: Fimela.com
Reporter: Novi Nadya (mdk/ttm)

Baca juga:
Yunani Tawarkan Rp2,6 Juta dan Bonus Kuota Internet Bagi Kaum Muda yang Mau Divaksin
Ini Hasil Audit Komnas KIPI Penyebab Warga Tangerang Sakit dan Meninggal Usai Vaksin
Vaksinasi Covid-19 di Sulawesi Selatan Baru 51,82 Persen
Update Orang Sudah Vaksinasi Covid-19 Per 29 Juni 2021
CEK FAKTA: Hoaks, Menteri Kesehatan Pakistan Tolak Vaksin
Vaksinasi Metode Paling Efisien Mencegah Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami