Konsumsi Makanan Olahan Bisa Jadi Penyebab Lebih Sulit Menurunkan Berat Badan

SEHAT | 24 Mei 2019 18:10 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Makanan olahan dalam berbagai bentuknya merupakan salah satu hal yang tak bisa kita hindari konsumsinya saat ini. Baik karena rasanya yang sudah lekat di lidah atau juga karena kepraktisannya.

Walau praktis, namun seperti banyak diketahui, makanan olahan ini juga berhubungan dengan munculnya sejumlah penyakit. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa konsumsi makanan olahan ini dapat menyebabkan masuknya lebih banyak kalori sehingga menyebabkan orang lebih mudah bertambah berat badan.

Dilansir dari Medical Daily, penelitian ini yang pertama menunjukkan hubungan langsung dari kedua hal ini. Hal ini diketahui setelah dilakukan perbandingan dengan orang-orang yang mengonsumsi makanan olahan dengan jumlah sedikit.

Makanan olahan ini digolongkan sebagai makanan yang sebagian besar kandungannya dibuat melalui manufaktur industri makanan. Kandungan ini meliputi minyak dengan hidrogen, sirup jagung kaya fruktosa, perasa, serta emulsifier.

Penelitian ini dilakukan dalam skala kecil terhadap 20 partisipan. Para partisipan diminta untuk mengonsumsi jenis makanan tertentu sebelum kemudian dilihat bagaimana hasilnya untuk menemukan hubungan yang tepat dari kedua hal ini.

"Melalui pemeriksaan terhadap kelompok kecil, hasil dari eksperimen sangat terarah ini menunjukkan perbedaan yang jelas dan konsisten antara dua pola makan," ungkap Dr. Kevin D. Hall, Ph.D., pemimpin penelitian ini.

"Penelitian ini merupakan yang pertama menunjukkan hubungan bahwa makanan olahan ini dapat menyebabkan seseorang mengonsumsi terlalu banyak kalori dan mengalami kenaikan berat badan," sambungnya.

Hall menyebut bahwa dia butuh untuk mengetahui aspek spesifik apa dari makanan olahan yang mempengaruhi pola makan seseorang dan menyebabkan berat badan bertambah. Tahap selanjutnya adalah melakukan percobaan untuk melihat perubahan apa yang dapat membuat efek dari pola makan ini terhadap asupan kalori dan berat badan menghilang.

"Seiring waktu, bertambahnya kalori dan berat badan ini dapat berujung pada masalah kesehatan yang serius," jelas direktur NIDDK, Griffin P. Rodgers, M.D.

"Penelitian seperti ini merupakan hal yang penting untuk memahami peran dari nutrisi terhadap kesehatan dan juga mungkin membantu seseorang mengetahui makanan apa yang bernutrisi dan mudah didapat untuk membantu orang lebih sehat dalam jangka waktu lama," tandasnya.

Baca juga:
Mudahnya Penularan Buat Semua Orang Berpotensi Tertular Tuberkolosis
Dermatitis Atopik, Penyakit Gatal Kulit yang Biasanya Terjadi pada Anak
Selain Masalah Kesehatan, Ini 3 Efek Buruk yang Dapat Dialami Ketika Kamu Kepanasan
Saat Sahur dan Buka, Hindari Konsumsi Teh, Kopi, dan Minuman Bersoda
Begini Ciri-Ciri Cacar Monyet atau Monkeypox yang Tengah Diwaspadai Masuk Indonesia
Pria yang Baru Punya Keturunan di Usia Senja Bisa Bahayakan Kesehatan Anak dan Istri

(mdk/RWP)