Konsumsi Makanan Sehat Bisa Bantu Atasi Gejala Depresi Seseorang

SEHAT | 23 Oktober 2019 16:22 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Pada orang dewasa awal yang memiliki pola makan buruk dan merasa depresi, ternyata ada satu cara yang sama untuk mengatasi masalah mereka. Sebuah penelitian mengungkap bahwa mereka disarankan untuk mengonsumsi makanan yang lebih sehat.

Dilansir dari Japan Today, sebuah percobaan dilakukan secara acak terhadap pria dan wanita dengan usia antara 17 hingga 35 tahun di Australia. Mereka yang mengubah pola makannya menjadi lebih sehat menunjukkan gejala depresi yang menurun setelah tiga minggu.

Pada partisipan yang tetap mengonsumsi makanan secara sehat selama tiga bulan, perasaan mereka terus membaik seiring waktu.

"Hal ini bisa 100 persen terwujud (karena semua orang membutuhkan makanan), lebih efektif biaya dibanding pengobatan, serta merupakan aspek perawatan yang bisa dikontrol oleh individu," terang peneliti, Heather Francis dari Macquarie University di Sydney, Australia.

"Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa melakukan perubahan pola makan bisa menjadi terapi untuk mengatasi gejala depresi," sambungnya.

Francis dan tim penelitinya mempelajari 76 orang yang memiliki nilai tinggi pada dua skala depresi dan kecemasan. Diketahui bahwa gejala depresi yang tinggi atau ringan serta memiliki skor tinggi pada survei terkait makanan sehat dan konsumsi gula.

1 dari 2 halaman

Perubahan Pola Makan pada Partisipan

Partisipan secara acak dikelompokkan pada grup perubahan pola makan atau pola makan seperti biasa selama tiga minggu. Kelompok yang mengalami perubahan pola makan mendapat video mengenai pola makan yang sehat.

Program perubahan pola makan harian ini menyarankan mereka mengonsumsi tiga sendok makan kacang dan biji, dua sendok makan minyak zaitu, serta satu sendik teh dari kunyit dan kayu manis. Partisipan juga diminta untuk menurunkan konsumsi karbohidrat, gula, lemak, daging olahan, serta minuman ringan.

Kelompok yang mendapat perubahan pola makan juga mendapat rencana makanan dan resep, serta sekotak makanan, termasuk minyak zaitun, mentega kacang alami, walnut, almond, biji bunga matahari, kayu manis, dan kunyit. Sejumlah makanan tersebut menjadi pilihan yang sehat bagi mereka.

2 dari 2 halaman

Pola Makan Buruk Bisa Tingkatkan Depresi

Setelah tiga minggu, pada kelompok yang mengalami perubahan pola makan, nilai depresi rata-rata telah menurun hingga tingkat normal. Pada kelompok lain, depresi yang mereka miliki malah meningkat atau bertambah buruk.

"Depresi merupakan masalah tubuh secara keseluruhan, bukan hanya pada otak," terang Francis.

"Depresi berhubungan dengan respons peradangan kronis, namun apa penyebab peradangan ini? Penelitia sebelumnya telah menunjukkan bahwa pola makan yang buruk meningkatkan peradangan sistem dan juga merupakan faktor risiko dari depresi," sambungnya. (mdk/RWP)

Baca juga:
Dekat dengan Keluarga Saat Remaja Bisa Buat Seseorang Terhindar dari Depresi saat Tua
5 Hal yang Menjadi Alasan Kamu Terus Marah Sepanjang Waktu
5 Cara Mengatasi Gejala Serangan Panik Secara Seketika
Nomophobia, Ketakutan yang Kamu Alami Ketika Takut Jauh dari Ponsel
Masalah Kecanduan Gawai pada Anak Sudah pada Tahap Memprihatinkan
Banyaknya Depresi Berujung Bunuh Diri Disebabkan Gagalnya Deteksi Masalah Tersebut

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.