Kurangnya Oksigen Akibat Kabut Asap Bisa Picu Timbulnya Hipoksia

SEHAT | 23 September 2019 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Munculnya kabut asap tebal di Indonesia menyebabkan sejumlah kondisi kesehatan yang ditakuti masyarakat. Masalah kesehatan lain juga dapat terjadi karena kurangnya asupan oksigen pada diri seseorang.

Menurut Prof. Ari Fahrial Syam, dokter penyakit dalam, akademisi dan praktisi klinis, paparan kabut asap yang terus menerus akan menyebabkan iritasi pada mata, menyebabkan batuk, sesak nafas, flu dan sakit tenggorokan.

Masyarakat disarankan untuk melakukan proteksi sederhana dengan menggunakan masker. Hal ini dapat meminimalisir beragam risiko dari paparan asap.

“Kami pernah melakukan penelitian mengenai hal tersebut 4 tahun lalu. Metode dilakukan dengan cara survey online pada masyarakat yang terkena dampak asap,” ujarnya kepada Fimela.com.

Ia menambahkan, secara umum jika kualitas udara tidak baik karena paparan asap, maka yang akan berpengaruh kadar oksigen. Kekurangan oksigen akan menyebabkan hipoksia.

Prof. Ari mengatakan hipoksia merupakan keadaan kekurangan oksigen yang dapat mengakibatkan permasalahan kesehatan pada organ-organ tubuh. Di dalam tubuh, keseimbangan oksigen dijaga oleh sistem kardiovaskuler dan sistem pernafasan.

“Hipoksia seharusnya kita hindari apalagi pada orang yang sudah mempunyai permasalahan pada pembuluh darah, baik pada pembuluh darah otak maupun pembuluh darah jantung. Kadar oksigen yang rendah menyebabkan jantung akan mengalami penurunan suplai oksigen yang berat yang yang dapat menyebabkan terjadinya infark atau kematian jaringan,” ujarnya.

Tak hanya itu, bagi sebagian yang sudah mempunyai permasalahan pembuluh darah otak, kekurangan oksigen dapat memperburuk kondisi pasien hingga mengakibatkan pasien tidak sadarkan diri. Penelitian membuktikan bahwa kondisi hipoksia sistematik kronik dapat menyebabkan kerusakan pada hati, ginjal, jantung dan lambung.

Pertanyaan selanjutnya adalah, berapa persen penurunan kadar oksigen yang terjadi akibat asap yang menutupi Pekanbaru dan kota-kota lain di Indonesia yang tertutup kabut asap?

Hal ini yang harus dijawab terlebih dahulu sehingga kita bisa memprediksi terjadinya hipoksia pada masyarakat akibat dari turunya kadar oksigen dari udara tersebut. Di sisi lain komponen asap akibat kebakaran hutan juga harus dianalisa, sehingga dapat diprediksi dampaknya buat kesehatan.

Akhirnya memang perlu penelitian lebih lanjut mengenai kandungan asap yang ada dan dampak penurunan kadar oksigen sehingga dampak pada masyarakat dapat diprediksi dan diantisipasi. Untuk sementara memang masyarakat dianjurkan untuk tidak terhirup asap dan mencegah untuk tidak berada di luar rumah saat jumlah asap masih tinggi.

Reporter: Anisha Saktian Putri
Sumber: Fimela.com

Baca juga:
Mengapa Kamu Merasa Lelah Usai Menangis Keras?
Hati-Hati! Tersedak Kacang Bisa Timbulkan Masalah pada Saluran Pernapasan
Waspada! Ini 3 Penyakit yang Rentan Muncul pada Musim kemarau
Makan Gurita Mentah Seperti yang Dilakukan Ria Ricis Bisa Berujung Maut
Meletakkan Jarum Pentul di Bibir Jadi Penyebab Banyaknya Kasus Tersedak
Tersedak Bisa Berujung Maut, Segera Lakukan Pertolongan Secepatnya

(mdk/RWP)