Lingkungan bising tingkatkan risiko serangan jantung

Lingkungan bising tingkatkan risiko serangan jantung
SEHAT | 21 Juni 2012 14:37 Reporter : Kun Sila Ananda

Merdeka.com - Sebuah penelitian di Denmark menunjukkan bahwa semakin bising lalu lintas pada lingkungan tempat tinggal, maka semakin besar pula risiko orang tersebut terkena serangan jantung.

Penelitian yang mengamati 50.000 relawan selama 10 tahun ini menemukan bahwa setiap 10 desibel suara yang ditambahkan pada kebisingan lalu lintas di lingkungan rumah akan menaikkan risiko serangan jantung sampai 12%.

"Menurut kami kebisingan lalu lintas di malam hari bisa berbahaya, karena ini akan mengganggu tidur," kata ketua peneliti Mette Sorenson dari Danish Cancer Society. Namun berdasarkan Sorenson, ketika Anda mendengar kebisingan yang keras, maka tingkat hormon stres Anda akan meningkat. Ini yang nantinya bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Sorenson dan rekan penelitinya memperkirakan bahwa 4% dari serangan jantung di Denmark disebabkan oleh kebisingan lalu lintas. Yang lebih berbahaya dari hal ini adalah bahwa kebanyakan orang tak menyadari bahwa mereka mendengarkan polusi suara berupa kebisingan lalu lintas yang tak baik untuk jantung mereka.

Dalam penelitian ini peneliti juga memperhitungkan faktor lain seperti jenis kelamin, kebiasaan merokok, konsumsi buah dan sayuran, serta BMI. Peneliti menjelaskan bahwa meskipun kemungkinan terbesar bisa terjadi di daerah perkotaan, namun daerah yang paling bising menurut mereka adalah daerah pinggiran kota.

Penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa risiko serangan jantung bisa meningkat dengan suara setingkat 60 desibel, namun penelitian ini menunjukkan bahwa risiko serangan jantung meningkat pada tingkat suara 40 - 80 desibel. (mdk/kun)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami