Masa Pandemi COVID-19, Pemberian ASI Eksklusif Malah Meningkat

Masa Pandemi COVID-19, Pemberian ASI Eksklusif Malah Meningkat
Ilustrasi ibu menyusui. ©iStock
SEHAT | 22 Januari 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Pandemi COVID-19 telah mengubah banyak hal pada kehidupan kita. Walau begitu, perubahan yang terjadi ini tidak melulu negatif semata.

Ada satu fakta positif di antara sejumlah hal negatif akibat pandemi COVID-19, salah satunya angka pemberian ASI eksklusif yang meningkat menjadi 89,4 persen, menurut temuan terbaru Health Collaborative Center (HCC).

Ketua Tim Peneliti dari Health Collaborative Center (HCC), Dr. Ray W. Basrowi dalam media briefing secara daring mengatakan angka ini jauh meningkat dari sebelum pandemi COVID-19. Yakni hanya sekitar 30-50 persen ibu atau termasuk kategori rendah dari seluruh dunia.

Dilansir dari Antara, untuk sampai pada temuan, Ray dan tim peneliti antara lain Prof. Sudigdo Sastroasmoro, Dr. Levina Chandra dan Qisty melibatkan sekitar 379 ibu yang memiliki bayi di bawah usia 12 bulan untuk ikut serta dalam penelitian. Riset ini dilakukan selama bulan Desember 2020 hingga pertengahan Januari 2021 atau masa PSBB berlangsung.

Para partisipan ini berusia 24-33 tahun, berasal dari 20 provinsi di Indonesia dengan mayoritas atau 60 persen berada di DKI Jakarta dan Jawa Barat, menempuh pendidikan sarjana sebanyak 73 persen. Sebanyak 7 persen dari mereka kehilangan pekerjaan dan 20 persennya masih harus bekerja penuh waktu selama pandemi.

Hasil penelitian menunjukkan, ASI eksklusif meningkat tajam selama pandemi yakni 89,4 persen. Artinya, 8-9 dari 10 ibu di Indonesia berhasil menyusui berhasil memberikan ASI eksklusif selama masa pandemi COVID-19.

"Dari aspek jumlah responden, penelitian ini bisa dikatakan representasi data dari refleks laktasi di Indonesia selama masa pandemi. Ibu-ibu menyusui di Indonesia, selama masa pandemi angka ASI eksklusifnya meningkat tajam. Di balik masa-masa sulit masa pandemi COVID-19 ada berita positif," tutur Ray.

Analisis lebih rinci mengenai penelitian ini menunjukkan, angka pemberian ASI eksklusif pada ibu yang tetap bekerja dari kantor sebesar 82,9 persen melalui pompa ASI.

"Mereka tetap memompa dan berhasil memberikan ASI eksklusif," ujar Ray.

Angka pemberian ASI meningkat pada para ibu yang bekerja dari rumah yakni sebesar 97,8 persen. Faktor bekerja dari rumah selama masa pandemi menjadi penting dalam kesuksesan pemberian ASI eksklusif.

Baca Selanjutnya: Susu Formula Bukan Alasan Berhenti...

Halaman

(mdk/RWP)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami