Masalah Gigi yang Dimiliki Seseorang Bisa Jadi Tanda Risiko Masalah Kardiovaskular

SEHAT | 7 Oktober 2019 11:30 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Kondisi atau masalah gigi yang dialami seseorang biasanya mempengaruhi kualitas hidup mereka. Masalah gigi yang dimiliki bisa membuat kurang nyaman dalam makan atau penampilan.

Ketika gigi seseorang copot atau tanggal, terdapat masalah lain yang berhubungan dengan percaya diri. Hal ini kadang membuat seseorang tidak lagi percaya diri dan lebih pemalu. Sebuah penelitian terbaru menyebut bahwa ternyata ada masalah lain yang mungkin muncul.

Peneliti membuktikan bahwa orang dewasa yang giginya tanggal karena alasan non-traumatik mungkin memiliki masalah kesehatan. Diketahui bahwa mereka mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular.

"Ketika gigi seseorang tanggal, mungkin terdapat masalah kesehatan yang dimilikinya. Pakar kesehatan harus menyarankan untuk orang-orang usia sewasa mendapat perawatan gigi yang memadai untuk mencegah penyakit yang berujung gigi tanggal dan juga sebagai potenci untul mengurangi risiko penyakit kardiovaskular," terang peneliti Hamad Mohammed Qabha, MBBS dari Imam Muhammad Ibn Saud Islamic University.

Hubungan antara masalah gigi dengan penyakit kardiovaskular tidak banyak diketahui. Penelitian ini mencoba meneliti hubungan antara gigi tanggal yang tak disebabkan oleh trauma dengan penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, angina, dan stroke.

1 dari 2 halaman

Partisipan Berusia Tua

Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 316.588 partisipan di Amerika Serikta. Usia para partisipan pada penelitian ini berkisar antara 40 hingga 79 tahun.

Di antara partisipan penelitian, sekitar delapan persen sudah dalam kondisi tidak memiliki gigi. Sedangkan 13 persen partisipan diketahui memiliki penyakit kardiovaskular.

2 dari 2 halaman

Semakin Banyak Gigi Tanggal, Semakin Tinggi Risiko

Jumlah orang yang memiliki penyakit kardiovaskular dan dalam kondisi tanpa gigi adalah 28 persen. Jumlah ini tergolong tinggi dibanding tujuh persen penderita penyakit kardiovaskular yang tidak kehilangan gigi.

Selain pada partisipan yang tak memiliki gigi, orang-orang yang kehilangan satu hingga lima gigi dan enam gigi atau lebih, memiliki risiko mengalami penyakit kardiovaskular. Hal ini diketahui bahkan setelah mempertimbangkan faktor lain seperti indeks massa tubuh, usia, ras, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, diabetes, dan seberapa sering ke dokter gigi. (mdk/RWP)

Baca juga:
Benarkah Olahraga Teratur Bisa Membantu Mengusir Bau Mulut?
5 Kondisi Kesehatan yang Bisa Memunculkan Sakit Gigi
Buruknya Kondisi Kesehatan Mulut Bisa Sebabkan Penurunan Kognitif
Ini Hal yang Perlu Disiapkan Orangtua Sebelum Mengajak ABK ke Dokter Gigi
Apakah Bertukar Sikat Gigi Bisa Timbulkan Dampak Seperti Berciuman?
Bocah Tujuh Tahun di India Jalani Operasi Cabut 500 Gigi