Deretan Mitos Terkait Organ Kewanitaan yang Tak Terbukti Kebenarannya

Deretan Mitos Terkait Organ Kewanitaan yang Tak Terbukti Kebenarannya
Ilustrasi Area Kewanitaan. ©Deposit Photo
SEHAT | 18 September 2022 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Tubuh manusia memiliki cara kerja yang sangat rumit dan bermacam hal yang kerap kali tak dipahami. Hal ini kerap melahirkan adanya mitos-mitos tertentu yang sudah beredar di masyarakat.

Salah satu organ tubuh yang kerap dihadapkan pada sejumlah mitos aneh adalah organ kewanitaan. Sejumlah mitos mengenai vagina ini sudah beredar lama di masyarakat dan kadang masih dipercaya keberadaannya.

Ginekolog, dr. Jen Gunter mengungkap bahwa terdapat sejumlah mitos yang kerap dipercaya masyarakat terkait vagina ini. Dilansir dari Medical Daily, berikut sejumlah mitos yang banyak dipercaya terkait organ kewanitaan.

Bercinta saat Hamil Bisa Buat Wanita Melahirkan

Banyak wanita takut bercinta ketika hamil karena menganggapnya bisa memicu kelahiran. Sayangnya, tentu saja hal ini tak terbukti kebenarannya. Penelitian bahkan membuktikan bahwa wanita bisa tetap bebas bercinta saat hamil walau perlu ekstra berhati-hati.

2 dari 3 halaman

Orgasme Hanya Bisa Terjadi pada G-Spot

G-spot dipercaya sebagai bagian organ kewanitaan yang bisa membuat wanita memperoleh orgasme dan kepuasaan luar biasa saat bercinta. Sayangnya bagian ini hanya mitos belaka dan tidak ditemukan secara jelas bagian tersebut di organ kewanitaan.

Vagina Harus Segar, Bersih, dan Wangi

Banyak produk kewanitaan yang menjelaskan bahwa kondisi vagina yang segar, bersih, dan wangi merupakan dambaan pria. Padahal, cairan vagina merupakan cara bagi bagian tubuh tersebut untuk membersihkan diri. Oleh karena itu, sesungguhnya tidak diperlukan sabun khusus bagi area kewanitaan ini.

3 dari 3 halaman
deretan mitos terkait organ kewanitaan yang tak terbukti kebenarannya

Konsumsi Makanan Tertentu Bisa Buat Aroma Vagina Lebih Baik

Banyak yang percaya bahwa konsumsi makanan tertentu bisa buat aroma vagina lebih wangi. Sayangnya, hal ini tidak tepat dan aroma asli yang dikeluarkan vagina sebenarnya bukan masalah dan tak perlu diubah.

Deretan mitos tersebut banyak dipercaya oleh masyarakat terkait organ kewanitaan. Bukannya membuat lebih sehat, sejumlah mitos tersebut bisa membuat wanita malah bermasalah dan kadang mengalami disorientasi terkait organ kewanitaan mereka.

(mdk/RWP)

Baca juga:
Benarkah Malam Pertama selalu Terasa Menyakitkan bagi Wanita?
Bisa Sebabkan Masalah, Ini Alasan Jangan Cukur Habis Rambut Kemaluan
Menurut Dokter Boyke, Ini Titik G-spot Wanita yang Perlu Diketahui Pria
3 Masalah Kesehatan yang Rentan Dialami oleh Pria Akibat Kurang Tidur
Hendak Jaga Keperkasaan, Ini Hal yang Harus Dilakukan Pria
4 Makanan yang Bisa Mengubah Rasa di Organ Kewanitaan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini