Klitoris Wanita Ternyata Juga Bermanfaat untuk Proses Reproduksi

SEHAT | 19 November 2019 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Selama ini, klitoris hanya dianggap sebagai salah satu bagian dari vagina semata. Namun, seperti dilansir dari The Health Site, penelitian terbaru mengungkap bahwa klitoris wanita cukup vital untuk proses reproduksi.

Hasil penelitian mengungkap bahwa menstimulasi klitoris bisa mengaktifkan otak. Hal ini menyebabkan kombinasi perubahan pada daerah reproduksi wanita yang menyebabkannya siap untuk menerima dan memproses sperma untuk mendapat hasil pembuahan dari sel telur.

Hal ini juga mencakup peningkatan aliran darah vaginal, peningkatan lubrikasi vaginal, serta peningkatan oksigen dan temperatur vaginal. Lebih pentingnya, perubahan posisi serviks, jalur masuk dari uterus.

Perubahan ini menyebabkan serviks menjauh dari kolam air manit dan mencegah air mani berpindah ke uterus dengan cepat. Hal ini membuat sperma menjadi bergerak dan mengaktifkan kesuburan telur.

1 dari 1 halaman

Klitoris Memiliki 2 Fungsi

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan pada Clinical Anatomy, terdapat dua fungsi dari klitoris ini. Klitoris memiliki fungsi baik prokreatif (reproduktif) dan rekreatif (kesenangan).

Pada sejumlah negara dan budaya, penghilangan klitoris dilakukan terhadap sejumlah wanita. Hal ini ternyata berdampak tidak hanya pada disabilitas seksual namun juga menimbulkan kemungkinan disabilitas reproduktif.

"Sering banyak didengung-dengungkan orang bahwa fungsi utama klitoris adalah untuk menimbulkan kesenangan seksual, namun saat ini hal tersebut sudah usang," terang peneliti Roy Levin, PhD.

"Perubahan konsep dari kepercayaan seksual yang banyak dipercaya masyarakat serta bukti psikologis kini begitu nyata," tandasnya. (mdk/RWP)

Baca juga:
Tidak Hanya Pria, Wanita Ternyata Juga Bisa Mengalami Ereksi di Pagi Hari
Pil Pengembali Keperawanan Dapat Picu Komplikasi Infeksi yang Bisa Berujung Kematian
6 Penyebab Munculnya Rasa Gatal di Area Kewanitaan usai Bercinta
Cara Mengatasi Munculnya Keringat Berlebihan di Sekitar Area Kewanitaan
5 Kondisi yang Terjadi pada Area Kewanitaan Ketika Sudah Menopause

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.