Melihat Bagaimana Comfort Food Bekerja, Adakah Bahaya yang Tersimpan di Dalamnya?

Melihat Bagaimana Comfort Food Bekerja, Adakah Bahaya yang Tersimpan di Dalamnya?
SEHAT | 9 Januari 2020 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Hendra tengah kalut, sejak pagi pikirannya kalut karena berbagai masalah yang dialaminya. Ketika masalah semakin menumpuk, dia segera pergi ke dapur membuka sebungkus mie instan favoritnya untuk mengatasi masalahnya ini.

Pilihan memakan mie instan ketika tengah bermasalah ini bukan hanya sekali ini dilakukan Hendra. Dia telah berulang kali melakukannya yaitu mengonsumsi mie instan saat pikirannya sedang kalut.

Bagi Hendra, mie instan ini merupakan comfort food yang dipilihnya untuk menangani masalah. Namun apa sebenarnya yang dimaksud dengan comfort food ini?

Glenn Livingston, seorang psikolog mengungkap bahwa memilih makanan tertentu ini merupakan cara seseorang untuk mengatasi masalah emosi yang tak nyaman ini. Dia mengungkap bahwa comfort food ini merupakan suatu hal yang bisa mengurangi depresi, kesedihan, dan amarah.

Sayangnya, makanan ini juga bisa berujung pada masalah kesehatan lain bahkan menyebabkan kondisi tubuh memburuk. Pasalnya, banyak orang memilih makanan tak sehat terutama dengan kandungan gula, garam, dan tepung yang tinggi.

1 dari 1 halaman

Karena suatu kebiasaan emosional bisa bertahan dalam waktu lama, konsumsi makanan tak sehat ini bisa berlanjut dalam waktu lama di hidupmu. Livingston menyebut masalah mental yang kamu alami bisa bertahan berbulan-bulan dan selama masa itu kamu terus-terusan memiliki kebiasaan mengonsumsi comfort food yang tak sehat.

Selain makan berlebihan, comfort foods juga bisa menyebabkan kekecewaan secara emosional. Ketika seseorang menyadari bahwa mereka mengonsumsi makanan tak sehat karena alasan emosional, hal ini bisa berdampak pada emosi mereka.

"Saya mengingatkan bahwa patut dipertimbangkan apakah comfort food yang kita kosumsi ketika bermasalah sesungguhnya tidak menenangkan namun malah memperparah perasaan yang coba kita hindari," terang Livingston.

"Pisahkan hubungan antara kekecewaan emosional dan makan berlebih hingga emosimu bisa ditangani dengan lebih mudah," sambungnya.

Walau begitu, dia juga tidak menyuruh seseorang meninggalkan comfort food mereka terutama untuk makanan tertentu. Pasalnya, makan bisa membantu meningkatkan emosi serta kesehatan mental.

Selain itu, Livingston juga mengatakan bahwa seseorang harus berpikir dalam-dalam sebelum memilih makanan. Memilih comfort food yang memiliki manfaat sehat bisa membuat hatimu terasa tenang sembari menyehatkan tubuh. (mdk/RWP)

Baca juga:
Pakar Kesehatan Jelaskan Bahwa Sesungguhnya Tak Ada Superfood
6 Manfaat Kesehatan yang Bisa Diperoleh dari Konsumsi Rumput Laut
8 Hal yang Bakal Kamu Rasakan Ketika Kurang Mengonsumsi Sayuran
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Sugar Craving Kamu
8 Makanan yang Bagus Dikonsumsi Setelah Melahirkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami