Mendeteksi Dini Tumor Paru Bagi Perokok

Mendeteksi Dini Tumor Paru Bagi Perokok
SEHAT | 30 Mei 2020 00:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Umumnya penderita tumor paru akan memeriksakan dirinya setelah mengalami sejumlah gejala. Hal tersebut merupakan langkah yang tidak tepat dan sangat tidak dianjurkan.

Sebelum timbul gejala penyakit akibat tumor paru, tahapan penting dalam penanganannya melalui deteksi dini. Bahkan data menunjukan 97 persen harapan hidup pasien tumor paru sangat ditentukan oleh deteksi dini dan kemudian therapi teratur dengan langkah yang benar.

"Kebiasaan merokok, baik itu dengan tembakau atau alat Vape merupakan penyebab tumor paru hingga 80 persen. Sisanya 20 persen penyebab tumor paru didapat dari pasien pasif, yaitu orang yang terpapar asap rokok, termasuk pada anak dan bayi," kata dokter Ansyori dalam webinar diskusi kesehatan bersama manajemen RS Siloam Mataram, Jumat (29/5).

Dalam diskusi itu, Ansyori turut mengemukakan penyebab tumor paru melalui kebiasaan merokok termasuk mengkonsumsi tembakau. Hentikan kebiasaan merokok menjadi sebuah kalimat underline yang disampaikan berulang ulang dari dokter Ansyori pada kesempatan diskusi online tersebut.

Adapun mengenai topik deteksi dini sebagai langkah utama mencegah timbulnya tumor paru, dapat dilakukan dengan Annual cek up foto Rontgen dengan mengunakan LDCT (low dot ct scan) yang terbukti ber radioaktif rendah.

"Fasilitas Radiologi dimiliki oleh Siloam Hospitals Group, termasuk RS Siloam Mataram," ungkap Ansyori yang juga dosen ahli di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram ini.

Dokter Spesialis paru di RS Siloam Mataram ini menerangkan beberapa hal yang akan gejala tumor paru (Lung Cancer), yaitu batuk berkelanjutan hingga kronis, batuk darah dan sesak napas (nyeri dada) termasuk sakit kepala yang berkelanjutan.

Dia pun mengingatkan dalam sesi penutup diskusi Webinar kesehatan yang turut diikuti sejumlah peserta dari kalangan dokter umum, pasien rumah sakit di Siloam Hospitals Mataram pun para netizen.

"Gejala gejala ini disebabkan minimnya deteksi dini. Bahkan gejala ringan yang sangat mungkin menyertai seperti kehilangan selera makan, sakit pada tulang dan sendi serta menurunnya berat badan dapat pula sebagai faktor adanya tumor di paru. Karena itu saya ingatkan sekali lagi pentingnya deteksi dini dan berhentilah merokok," pungkas Ansyori.

Dia pun mengingatkan dalam sesi penutup diskusi Webinar kesehatan yang turut diikuti sejumlah peserta dari kalangan dokter umum, pasien rumah sakit di Siloam Hospitals Mataram pun para netizen. (mdk/gil)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5