Mengenal Sleep Apnea: Gangguan Tidur yang Membuat Berhenti Bernapas

Mengenal Sleep Apnea: Gangguan Tidur yang Membuat Berhenti Bernapas
ilustrasi tidur. ©pexels-Ketut Subiyanto
SEHAT | 21 Mei 2022 18:00 Reporter : magang1

Merdeka.com - Tidur mungkin menjadi aktivitas yang paling ditunggu dalam sehari. Tidur yang cukup berperan seperti pengisian daya baterai pada gadget. Sehingga tidur yang cukup dan nyenyak sangat dibutuhkan tubuh guna mengisi energi untuk pagi hari.

Namun, tidur bisa menjadi sebuah tantangan dan justru menguras tenaga. Gangguan tidur dapat membuat tubuh tidak bisa mendapatkan istirahat yang cukup, yang mana akan berdampak pada aktivitas sehari-hari

Salah satu gangguan tidur yang sering di dengar adalah sleep apnea. Gangguan tidur ini cukup serius dan dapat berakibat pada kerusakan organ tubuh lainnya, bahkan mempengaruhi kualitas hidup seseorang.

Apa sebenarnya sleep apnea dan kenapa gangguan tidur ini bisa sangat berbahaya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

2 dari 5 halaman

Apa itu Sleep Apnea?

Apnea tidur atau sleep apnea merupakan salah satu gangguan tidur yang menyerang pernapasan. Saat tidur, penderitanya dapat berhenti bernapas untuk waktu yang lama selama beberapa kali.

Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mendengkur sangat keras, sering terbangun merasa tercekik, kelelahan di pagi hari. Sleep apnea bahkan bisa menyebabkan hingga permasalahan yang lebih serius karena kekurangan oksigen saat tidur seperti:

  • Masalah jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Stroke
  • Depresi
  • Insomnia

Dilansir dari WebMD, gangguan tidur ini bisa karena tiga kondisi:

  1. Obstructive sleep apnea: terjadi karena otot di bagian belakang tenggorokan turun ‘meluruh’ ke bawah, yang mana menyebabkan saluran pernapasan tertutup. Otot diafragma kemudian akan berusaha memompa udara sehingga menyebabkan napas yang terengah-engah bahkan terbangun.
  2. Central sleep apnea: ketika otak tidak dapat mengirim sinyal pada otot pernapasan karena gangguan pada sistem saraf pusat. Biasanya kondisi ini terjadi pada penderita ALS, stroke, serta penderita penyakit jantung atau paru-paru.
  3. Sindrom complex sleep apnea: ketika obstructive sleep apnea dan central sleep apnea terjadi dalam waktu yang bersamaan.
3 dari 5 halaman

Apa Gejala Sleep Apnea?

ilustrasi tidur

pexels


Sleep apnea memang biasanya ditandai dengan mendengkur atau napas yang tersedak. Namun kondisi ini cukup umum dialami sehingga kadang penderita tidak akan sadar bahwa ia mengalami sleep apnea.

Beberapa gejala penanda sleep apnea yang bisa Anda kenali:

  • Mendengkur sangat kencang
  • Berhenti bernapas selama lebih 10 detik, terjadi beberapa kali
  • Sering bangun tiba-tiba dengan napas yang terasa tercekik
  • Sering buang air kecil di malam hari
  • Bangun dengan mulut kering
  • Sakit kepala saat bangun tidur
  • Kelelahan di pagi hari
  • Sulit tidur di malam hari
  • Sulit fokus, pelupa, mood swing

Jika Anda mengalami lebih dari satu gejala, segera periksakan kepada dokter sebelum sleep apnea mempengaruhi kesehatan Anda lebih jauh.

Siapa yang Lebih Rentan Mengalami Sleep apnea?

Sleep apnea sebenarnya termasuk kondisi yang umum dan dapat menyerang siapa saja, terlepas usia. Namun biasanya, laki-laki yang berusia 40 tahun ke atas akan lebih rentan mengalaminya.

Gaya hidup merokok, konsumsi alkohol yang tinggi serta konsumsi obat-obat tidur bisa memicu terjadinya sleep apnea. Selain itu, kondisi medis pada pernapasan yang sudah ada sebelumnya seperti sinus, alergi, atau bahkan hidung patah meningkatkan risiko sleep apnea.

4 dari 5 halaman

Pengobatan Sleep apnea

Ada beberapa hal yang akan dianjurkan oleh dokter kepada pasien sebagai metode pengobatan sleep apnea. Anda tentu akan disarankan untuk mengubah pola hidup—berhenti merokok, kurangi atau berhenti konsumsi alkohol.

Selain itu, kondisi medis yang menyebabkan sleep apnea juga akan diobati, agar pasien terbebas dari kondisi medisnya dan dari sleep apnea.

Selain itu, terdapat beberapa pilihan perawatan untuk sleep apnea yang sudah cukup  mengganggu kesehatan Anda:

  • CPAP (Continuous positive airway pressure): masker yang diletakkan di area hidung dan mulut dan bekerja dengan cara memasukkan tekanan udara tinggi sehingga mencegah penutupan pada saluran pernapasan.
  • BPAP (Bilevel positive airway pressure): meningkatkan tekanan udara saat menarik napas dan menurunkan tekanan udara saat menghembuskan napas sehingga oksigen yang keluar dari tubuh dapat diminimalisir.
  • MAD (Mandibular advancement device): mencegah penyempitan saluran pernapasan dengan menahan bagian rahang dan lidah diam di tempat. Tidak dianjurkan bagi penderita sleep apnea parah.
5 dari 5 halaman
  • ASV (Adaptive servo-ventilation): alat yang bisa menyesuaikan dengan pola pernapasan sehingga udara yang masuk juga bisa disesuaikan. Efektif digunakan untuk complex sleep apnea, meski tidak disarankan bagi penderita central sleep apnea dan gagal jantung.
  • Operasi untuk menghilangkan atau memperbaiki penyebab penyempitan saluran pernapasan.

Itulah informasi lugas terkait sleep apnea yang meliputi gejala hingga pengobatan. Jika Anda atau orang di sekitar Anda diketahui mengalami sleep apnea, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan perawatan yang sesuai dan tidur yang nyenyak.

Reporter: Prilisa Septi Hariani

  (mdk/mgs)

Baca juga:
Apakah Aman Tidur Dengan Earphone Terpasang Semalaman?
Mengenal Dampak Blue Light dari Berbagai Gadget yang Anda Gunakan
Bagaimana Teknologi Mempengaruhi Kualitas tidur? Berikut Ini Faktanya
8 Manfaat Meditasi Untuk Tubuh dan Pikiran, Bisa Anda Lakukan di Rumah
Efek Menyalakan Lampu Saat Tidur Bagi Kesehatan Tubuh

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami