Menurunkan Berat Badan Secara Drastis Bisa Lebih Berbahaya Dibanding Obesitas

SEHAT | 22 Januari 2020 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Selama ini obesitas dianggap sebagai salah satu hal yang tak menyehatkan dan bisa memperparah berbagai masalah kesehatan pada tubuhmu. Obesitas diketahui bisa meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe-2, serta kanker.

Namun, diet demi menurunkan berat badan secara berlebihan ternyata lebih mematikan dibanding obesitas. Dilansir dari Fatherly, disebut bahwa seseorang yang menurunkan berat badan secara drastis bisa mengalami dampak yang lebih membayakan dibanding dengan ketika mereka mereka kelebihan berat badan.

Naik turunnya berat badan secara drastis ini biasa disebut sebagai weight-cycling. Hal ini biasanya dialami ketika terjadi perubahan besar dalam kebiasaan makan.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Nature menjelaskan bahwa naik atau turunnya berat badan ini menimbulkan sejumlah perubahan pada tubuh. Hal ini bisa mempengaruhi tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta mikrobioma.

Weight-cycling yang terjadi ini bisa berdampak karena terganggunya mikribioma. Pasalnya, perubahan berat badan yang dialami seseorang ini membuat mikroba di perut butuh waktu untuk menyesuaikan diri.

1 dari 2 halaman

Sebagai contoh, bertambahnya berat badan memberi kesempatan pada mikroba yang mendukung pertumbuhan ini untuk berkembang. Namun ketika perubahan berat badan ini terjadi secara drastis, mikrobioma perut hanya dapat merespons perubahan secara perlahan.

"Jadi ketika tubuhmu memperoleh kembali berat yang hilang, bakteri perut bakal mengimbangi siklus yo-yo yang kamu alami. Bakteri yang mendukung bertambah berat badan ini terdapat di perut untuk mempercepat proses menambah berat badan sehingga pada akhirnya kamu berat bertambah dibanding sebelumnya," terang Julia Savacool dilansir dari Fatherly.

2 dari 2 halaman

Efek yo-yo atau weight cycling ini juga bisa berdampak buruk pada kesehatan mental. Ketika seseorang gagal menurunkan berat badan walau sudah makan lebih sedikit, mereka memiliki risiko depresi lebih tinggi serta rasa percaya diri lebih rendah.

Dampak berbahaya lain dari diet ini adalah berupa pembentukan lemak berbahaya. Pola makan tak sehat meningkatkan lemak viskeral atau lemak perut yang berhubungan dengan produksi hormon penyebab penyakit jantung, diabetes, serta peradangan.

"Ketika berat badan naik dan turun terus-menerus, jumlah lemak viskeral ini semakin bertambah sehingga kamu berisiko mengalami masalah kesehatan lebih besar dibanding yang kamu alami ketika kamu tidak menurunkan berat badan," jelas Savacool. (mdk/RWP)

Baca juga:
Minum Kopi dan Teh Secara Teratur Bisa Jadi Cara Cegah Bertambahnya Berat Badan
5 Cara Diet Populer yang Faktanya tak Menimbulkan Efek Maksimal
6 Rempah-Rempah yang Bisa Membantu Kamu untuk Menurunkan Berat Badan
5 Olahraga yang Mampu Membakar Kalori Secara Cepat dan Menurunkan Berat Badan
4 Kesalahan di Pagi Hari yang Bisa Buat Kamu Gagal Diet
Bisakah Sehari Makan Banyak Kala Sedang Diet Buat Kamu Gemuk Tiba-Tiba?

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.