Menurut Penelitian, Begini Cara Mudah Agar Anak Mau untuk Mengonsumsi Sayur

SEHAT | 11 September 2019 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Pada anak-anak salah satu yang biasa mereka lakukan adalah memilih jenis-jenis makanan tertentu yang mereka sukai. Hal ini membuat mereka tidak mengonsumsi sejumlah makanan yang tidak mereka sukai padahal memiliki efek menyehatkan bagi tubuh.

Salah satu jenis makanan yang banyak tidak disukai oleh anak-anak adalah sayuran. Padahal, konsumsi sayur pada anak-anak bisa membantu menjaga kesehatan mereka termasuk memperlancar pencernaan.

Walau pilihan makanan telah banyak dipelajari, namun ketidaksukaan anak terhadap makanan tertentu merupakan hal yang masih penting untuk didalami lebih lanjut. Ketidaksukaan anak-anak terhadap makanan tertentu seperti sayuran telah membuat orang tua berhenti memberi dan menawari anak mereka dengan jenis makanan tersebut.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan pada Journal of Nutrition Education and Behavior menunjukkan bahwa terdapat cara mudah untuk membiasakan anak-anak mengonsumsi sayuran. Cara yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah dengan menawari anak dengan beragam jenis sayuran. Diketahui bahwa cara ini dapat meningkatkan penerimaan anak terhadap sayur dan juga membuat mereka mau mengonsumsinya.

1 dari 4 halaman

Strategi Efektif bagi Orang Tua

"Di Australia, pedoman pola makan untuk konsumsi sayuran pada anak-anak telah meningkat walaupun konsumsinya secara aktual cukup rendah," terang Astrid A.M. Poelman, PhD peneliti CSIRO Agriculture & Food, Sensory, Flavour and Consumer Science, North Ryde, Australia.

"Hasil penelitian ini menunjukkan strategi efektif bagi orangtua yang ingin mengatasi kekurangan (sayuran) ini," sambungnya.

2 dari 4 halaman

32 Keluarga dengan Anak yang Terlibat dalam penelitian

Dalam penelitian ini terdapat 32 keluarga dengan anak usia antara empat hingga enam tahun yang terlibat. Anak tersebut diketahui sejak awal memiliki jumlah konsumsi sayur yang rendah.

Partisipan dibagi menjadi tiga kelompok yang berbeda. Pertama, anak yang hanya diberi satu jenis sayuran. Kedua, anak yang mendapat beragam pilihan sayur. Serta ketiga, anak yang kebiasaan makannya tidak berubah.

3 dari 4 halaman

Data Dikumpulkan Melalui Sejumlah Cara

Data penelitian ini dikumpulkan dengan berbagai cara. Dua jenis makan malam disajikan di fasilitas penelitian dan membebaskan anak untuk mengonsumsi brokoli, kembang kol, dan kacang polong sebanyak mungkin.

Selain itu diteliti juga perubahan konsumsi sayuran ketika di rumah atau sekolah melalui catatan harian mengenai makanan. Laporan orang tua mengenai kebiasaan konsumsi sayur juga menjadi data tambahan untuk penelitian.

Usai dilakukan sejumlah percobaan ini, diketahui bahwa konsumsi anak terhadap sayuran meningkat ketika mereka memiliki banyak pilihan sayur untuk dikonsumsi. Peningkatan ini terjadi lima minggu usai penelitian dimulai dan bertahan hingga tiga bulan.

4 dari 4 halaman

Jadi Cara untuk Tingkatkan Konsumsi Sayur Anak

Dari percobaan tersebut, orang tua mengaku cukup mudah untuk membuat anak mereka makan sayur. Mereka mengikuti sejumlah instruksi dan memberi beragam jenis sayuran pada buah hati.

"Walau jumlah sayuran yang dikonsumsi meningkat selama penelitian, jumlahnya masih belum memenuhi jumlah yang disarankan. Walau begitu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa memberi anak beragam sayuran lebih berhasil untuk meningkatkan konsumsinya dibanding dengan hanya satu jenis sayur," terang Dr. Poelman. (mdk/RWP)

Baca juga:
Pentingnya Asupan Serat yang tepat Bagi Kesehatan Pencernaan Anak
Sejumlah Hal yang Penting Diketahui Saat Memberi ASI Pertama Kali
Begini Cara Mudah Bagi Orang Tua Penuhi Kebutuhan Serat pada Anak
Masalah dengan Lingkungan Sekitar Bisa Sebabkan Anak Alami Masalah Pencernaan
Obat Cacingan Tidak Masalah untuk Dikonsumsi Anak Usia 1 Tahun