Menurut Penelitian, Orang Pendek Miliki Risiko Diabetes Lebih Tinggi

SEHAT | 21 September 2019 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Tinggi badan memiliki pengaruh pada beberapa hal dalam kehidupan seseorang. Hal ini bisa sangat mempengaruhi kegiatan sehari-hari orang baik secara positif maupun negatif.

Memiliki tinggi badan di bawah rata-rata atau tubuh pendek memiliki efek negatif maupun positif pada diri seseorang. Hal ini bisa sangat mempengaruhi mereka dalam beraktivitas maupun dalam berbelanja.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa memiliki tubuh pendek ternyata menghadirkan pengaruh yang tak pernah kita sadari sebelumnya. Dilansir dari Japan Today, diketahui bahwa orang pendek memiliki risiko lebih besar mengidap diabetes tipe-2.

Setiap tambahan tinggi 10 centimeter bisa menurunkan risiko diabetes hingga 41 persen pada pria. Sedangkan pada wanita, jumlahnya bisa menurun hingga 33 persen.

Penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal kesehatan Diabetologia. Penelitian dilakukan terhadap sekitar 16.600 wanita dan 11.000 pria dengan usia antara 40 hingga 65 tahun di Postdam, Jerman selama 1994 hingga 1998.

1 dari 2 halaman

Dipengaruhi Tingginya Kandungan Lemak dalam Hati

Tingginya risiko kesehatan pada orang yang lebih pendek ini dihubungkan dengan lebih tingginya kandungan lemak pada hati seseorang. Selain pada diabetes, hal ini juga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, serta diabetes.

Diketahui juga bahwa sensitivitas insulin serta fungsi sel spesial pada pankreas juga terpengaruh hal ini. Orang yang lebih tinggi diketahui memiliki fungsi lebih tinggi mengenai hal ini.

"Observasi ini menguatkan pemahaman bahwa tinggi badan merupakan penanda prediktif yang berguna bagi risiko diabetes," tulis peneliti.

2 dari 2 halaman

Tinggi Badan Berhubungan dengan Diabetes Tipe-2

Penyakit diabetes pada saat ini dibagi menjadi dua jenis yaitu tipe-1 dan tipe-2. Pada orang yang memiliki badan pendek, risiko diabetes tipe-2 yang mereka miliki lebih tinggi dibanding orang yang memiliki badan lebih tinggi.

Diabetes tipe-1 biasanya mulai didiagnosis sejak masih anak-anak dan mencakup 10 persen dari kasus. Hal ini terjadi karena tubuh tidak bisa memproduksi insulin, hormon yang membantu mengatur tingkat gula darah.

Pada diabetes tipe-2, tubuh seseorang bisa memproduksi insulin namun dalam jumlah yang tak cukup. Hal ini membuat glukosa bertahan di dalam darah seseorang.

Diabetes berhubungan dengan obesitas dan seiring waktu bisa berujung kebutaan, masalah ginjal, penyakit jantung, atau stroke. Pada sejumlah kasus akut hal ini bisa menyebabkan amputasi lengan dan kaki. (mdk/RWP)

Baca juga:
Sebelum Lakukan Operasi Bedah Plastik, Perhatikan Riwayat Kesehatan yang Dimiliki
4 Buah dan Sayur yang Baik untuk Dikonsumsi Penderita Diabetes
5 Cara Mengatasi Kondisi Kaki Bengkak pada Penderita Diabetes
Kenali Perbedaan Tipe 1 dan 2 Diabetes untuk Ketahui Cara Mengontrolnya
Penderita Diabetes Bebas untuk Makan Kolak, Asal Dengan Cara Berikut Ini

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.