Pada saat Berbuka Puasa Hindari Konsumsi Gorengan, Ini Sebabnya

Pada saat Berbuka Puasa Hindari Konsumsi Gorengan, Ini Sebabnya
Ilustrasi gorengan kaki lima. ©Shutterstock
SEHAT | 27 April 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Pada saat sore hari menjelang waktu berbuka puasa, salah satu aroma yang mungkin bisa sangat mengusik hidung kita adalah aroma gorengan yang dijual. Hal ini membuat kita jadi sangat menginginkan gorengan sebagai hidangan di kala berbuka.

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Ari Fahrial Syam, menyarankan tidak mengonsumsi gorengan pada kesempatan pertama berbuka puasa. Sebab ketika berbuka puasa, kondisi tenggorokan sedang kering akibat berpuasa selama kurang lebih 14 jam.

Bila waktu berbuka puasa tiba, Ari menyarankan untuk mengonsumsi air putih terlebih dahulu. Konsumsi air putih bertujuan untuk menghindrasi tenggorokan yang kering. Setelah konsumsi air putih dirasa cukup, barulah dilanjutkan dengan makanan lain yang mampu mengembalikan energi tubuh, salah satu contoh yang baik adalah kurma.

Konsumsi gorengan ketika berbuka puasa dapat merangsang terjadinya luka pada tenggorokan. Luka tenggorokan yang semakin parah membuat penderitanya mengalami gangguan pada tenggorokan.

Namun, bukan berarti konsumsi gorengan sepenuhnya dilarang. Diperbolehkan, dengan catatan bukan menjadikan gorengan sebagai makanan pembuka.

“Tetap boleh dikonsumsi, tapi bukan pada kesempatan pertama, juga tidak diperbolehkan konsumsi gorengan berlebihan,” ujar Ari beberapa waktu lalu.

Baca Selanjutnya: Perhatikan Nilai Kalori...

Halaman

(mdk/RWP)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami