Pare Diketahui Bisa Membunuh Sel Kanker pada Beberapa Jenis Tertentu

SEHAT | 20 Januari 2020 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Pare merupakan salah satu sayuran dengan rasa pahit yang cukup banyak diolah dalam berbagai makanan di Indonesia. Siapa sangka bahwa sayuran satu ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi.

Sayuran ini bisa memenuhi 93 persen kebutuhan vitamin C sehari-hari. Selain itu kandungan nutrisi di dalamnya juga memenuhi 44 persen kebutuhan vitamin A dan 8 persen kebutuhan serat.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa pare ternyata juga memiliki manfaat untuk penyakit lain. Dilansir dari Medical Daily, hasil temuan terbaru mengungkap bahwa pare bisa membantu melawan penyakit kanker.

Hal ini terungkap melalui penelitian yang dilakukan oleh Ratna Ray dari Saint Louis University, Amerika Serikat. Sebelumnya, dia melakukan sejumlah eksperimen laboratorium pada tikus dan mengonfirmasi bahwa pare mampu menurunkan risiko kanker lidah. Manfaat ini bisa diperoleh dari konsumsi pare baik dalam berbagai jenis olahaan baik dikukus, digoreng, atau sebagai smoothies.

1 dari 1 halaman

"Produk alami memiliki peran penting dalam penemuan dan pengembangan sejumlah obat pagu penganan berbagai jenis penyakit mematikan termasuk kanker. Oleh karena itu, penggunaan produk alami sebagai pencegahan penyakit sangatlah penting," terang Ratna Ray.

Pada penelitian terbarunya, esktrak pare ini disebut dapat bermanfaat bagi penanganan kanker. Secara khusus dalam percobaan yang dilakukan terhadap tikus, sel kanker di payudara, leher, kepala, dan prostat diteliti dan tampak bahwa mereka berhenti berkembang usai mengonsumsi pare.

Peneliti mencoba untuk mempelajari bagaimana ektrak pare mampu membunuh sel kanker. Pare diketahui mampu membatasi respons molekul yang membawa glukosa dan lemak melalui jalur metabolisme dalam tubuh yang juga bisa membuat kanker menyebar. Molekul ini dapat mematikan sejumlah sel kanker dengan menarget sel secara spesifik.

"Sejumlah percobaan yang kami lakukan pada hewan memberi hasil yang serupa, yaitu sekitar 50 persen penurunan tumor," terang Ray.

"Langkah selanjutnya yang perlu kami lakukan adalah dengan melakukan percobaan pada pasien kanker untuk mengetahui apakah pare memiliki manfaat klinis dan menjanjikan sebagai terapi pada perawatan kami saat ini," sambungnya. (mdk/RWP)

Baca juga:
Kondisi Badan Gemuk Ternyata Bisa Jadi Salah Satu Bentuk Perlindungan dari Kanker
Berjalan Secara Rutin Bisa Membantu untuk Cegah 7 Jenis Kanker
Turunnya Berat Badan Wanita di Atas 50 Tahun Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara
Pilihan Nutrisi Tepat Sangat Penting Bagi Pasien Kanker yang Menjalani Terapi Imun
Vaksin HPV Bisa Jadi Cara Pemerintah untuk Tekan Jumlah Kasus Kanker Serviks
6 Penyakit yang Bakal Muncul Ketika Kamu Terlalu Lama Duduk

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.