Pasien kanker yang sudah menikah lebih berkemungkinan sembuh

SEHAT | 25 September 2013 08:11 Reporter : Kun Sila Ananda

Merdeka.com - Saat terkena kanker, pernikahan bisa jadi salah satu penyelamat nyawa Anda. Setidaknya itulah hasil penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa pasien kanker yang sudah menikah memiliki kemungkinan 20 persen lebih tinggi untuk sembuh dibandingkan dengan pasien kanker yang belum menikah.

Pasien kanker yang sudah menikah juga lebih berkemungkinan dirawat dan didiagnosis ketika kanker belu menyebar, sehingga lebih berkemungkinan untuk diselamatkan. Hasil ini ditemukan peneliti setelah mengamati data dari hampir satu juta pasien yang telah didiagnosis memiliki 10 jenis kanker mematikan, seperti kanker usus besar, kanker paru-paru, payudara, pankreas, prostat, lever, dan lainnya.

Tampaknya memiliki pasangan dalam pernikahan menjadi salah satu faktor yang membuat pasien kanker lebih berkemungkinan selamat, ungkap ketua peneliti Dr Paul Nguyen dari Brigham and Women's Breast Cancer Center, seperti dilansir oleh NBC News (24/09). Pasangan seringkali menjadi pendukung dan pengawas ketika salah satu dari mereka mengalami gejala penyakit yang berbahaya.

Selain itu, seperti dijelaskan Nguyen, pasangan juga bisa memberikan dukungan dan menemani ketika pasien memeriksakan diri ke dokter atau menjalani perawatan. Pasien kanker yang memiliki pasangan juga memiliki teman untuk berbagi ketakutan dan berbagi semangat untuk sembuh. Seringkali pasangan juga bersikap cerewet soal kesehatan. Hal ini bisa menjadi salah satu hal positif terkait dengan penyakit kanker.

Bicara tentang psikologis, kanker adalah penyakit yang menakutkan dan terlalu sulit ditanggung sendiri. Berbagi emosi dengan pasangan berarti pasien akan lebih tenang dan tidak stres. Ini membantu mereka melalui pengobatan dengan lebih baik.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pria mengambil manfaat yang besar dari pernikahan jika terkena kanker. Pria memiliki 23 persen kemungkinan sembuh lebih besar jika mereka menikah. Sementara untuk wanita, mereka memiliki kemungkinan 16 persen lebih besar jika menikah.

(mdk/kun)

TOPIK TERKAIT