Pemberitaan Bunuh Diri Pesohor Bisa Picu Orang Lain untuk Mengakhiri Nyawa

Pemberitaan Bunuh Diri Pesohor Bisa Picu Orang Lain untuk Mengakhiri Nyawa
SEHAT | 23 Maret 2020 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Kematian pesohor terutama akibat bunuh diri ternyata tak hanya memunculkan rasa sedih saja bagi orang lain. Hal ini ternyata juga bisa memicu munculnya perilaku yang serupa.

Dilansir dari Medical Xpress, sebuah penelitian terbaru yang dilakukan University of Bristol mengungkap bahwa berita bunuh diri selebritis bisa meningkatkan jumlah bunuh diri masyarakat. Lebih lanjut, cara bunuh diri yang dilakukan ini juga bakal meniru cara bunuh diri yang digunakan olehn selebritis tersebut.

Peneliti mengungkap bahwa temuan mereka menyokong penggunaan panduan lebih detail untuk melaporkan kasus bunuh diri ini. Kehati-hatian perlu dilakukan terutama untuk melaporkan kematian selebritis yang melakukan bunuh diri.

Selama satu dekade ini, pemberitaan media mengenai bunuh diri telah meningkat secara pesat. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa berita mengenai bunuh diri berhubungan dengan meningkatnya jumlah kasus serupa.

1 dari 2 halaman

Penelitian ini juga dilakukan apakah cara penulisan metode bunuh diri spesifik bisa mendorong terjadinya bunuh diri yang serupa. Serta apakah laporan kasus bunuh diri secara acak non-selebritis bisa memicu kasus bunuh diri.

Analisis yang dilakukan berdasar hasil dari 20 penelitian yang dibandingkan setidaknya sebelum dan dua bulan setelah berita bunuh diri selebritis di media atau film. Penelitian dirancang dengan cukup beragam untuk mengetahui hubungan ini.

Diketahui bahwa pemberitaan bunuh diri selebritis meningkatkan jumlah bunuh diri sebesar 8-18 persen pada 1-2 bulan berikutnya. Pemberitaan yang mencantumkan cara bunuh diri menyebabkan meningkatnya bunuh diri dengan metode yang sama antara 18-44 persen.

Pada berita umum mengenai bunuh diri, tidak ditemukan hubungannya dengan peningkatan jumlah kasus. Walau begitu, peneliti tidak serta merta menyimpulkan bahwa tak bakal ada hubungan sama sekali antara keduanya.

2 dari 2 halaman

Peningkatan angka bunuh diri ini disebut terjadi karena identifikasi yang kita lakukan terhadap selebritis yang meninggal dunia. Selain itu, meningkatnya pemberitaan menyebabkan munculnya anggapan normalisasi bunuh diri sebagai cara untuk mengatasi masalah.

Hasil temuan ini bakal menjadi bekal yang berharga bagi media dalam menulis mengenai kematian selebritis terutama yang disebabkan bunuh diri. Perlu ada kesadaran dari jurnalis untuk membatasi penulisannya baik dalam jumlah maupun detail yang diungkapkan. Cara ini disebut berpeluang menurunkan tingkat bunuh diri yang bakal terjadi. (mdk/RWP)

Baca juga:
Menurut Psikolog, Begini Cara Efektif Bekerja dari Rumah Sambil Menjaga Anak
Begini Cara untuk Mengajarkan Anak Cara Mengendalikan dan Mengekspresikan Emosi
Waspadai Sejumlah Masalah Kesehatan Berikut ketika Stres Berat Tengah Mendera
Bertingkah Macho Bisa Buat Pria Kesepian dan Rawan Sakit pada Usia Senja
4 Cara yang Bisa Kamu Lakukan untuk Jaga Kesehatan Emosi di Tengah Gempuran Penyakit
Cukup Tidur Bisa Bantu Remaja Atasi Stres Akibat Masalah Sosial

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5