Penderita Diabetes Harus Mewaspadai Terjadinya Nokturia

Penderita Diabetes Harus Mewaspadai Terjadinya Nokturia
SEHAT | 29 Desember 2020 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Bagi penderita diabetes, berbagai masalah kesehatan yang dialami perlu diwaspadai. Hal ini termasuk terjadinya nokturia atau terganggunya tidur akibat sering buang air kecil.

Nokturia dapat didefinisikan sebagai berapa kali seseorang berkemih dalam periode tidur utamanya, saat seseorang terbangun dari tidurnya untuk berkemih pertama kali dan setiap berkemih selanjutnya harus diikuti tidur atau keinginan untuk tidur.

"Prevalensi nokturia pada penyandang DM tipe 2 dilaporkan berkisar 55 sampai 80 persen, sedangkan nokturia berat sebesar 25 persen," kata Dyah Purnamasari, Staf medis Divisi Metabolik Endokrin dan Diabetes, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM.

Dalam sebuah temu media beberapa waktu lalu, Dyah mengatakan bahwa kejadian dan derajat keparahan nokturia dapat meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan adanya kandung kemih yang overaktif.

Dalam penjelasannya, Dyah mengatakan bahwa nokturia merupakan salah satu gejala diabetes yang tidak terkontrol, atau salah satu gejala pada pasien yang sebelumnya tidak mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit tersebut.

Baca Selanjutnya: Dapat Mengganggu Kualitas Tidur...

Halaman

(mdk/RWP)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami