Peneliti Temukan Cara Mudah untuk Atasi Munculnya Masalah Serangan Kecemasan

SEHAT | 16 Desember 2019 07:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Serangan kecemasan merupakan salah satu masalah mental yang bisa membuat seseorang menjadi tak nyaman. Hal ini biasanya sangat mengganggu aktivitas yang dijalani oleh orang tersebut.

Sebuah temuan baru mengungkap cara efektif untuk mengatasi serangan panik. Dilansir dari Medical Daily, peneliti mengungkap bahwa terdapat 'sinyal aman' yang diketahui bisa memperlambat ketakutan dan rasa panik yang muncul.

Serangan kecemasan yang dialami seseorang bisa berkembang mencari serangan panik yang menyebabkan perasaan cemas, teror, dan ketakutan secara spontan. Sejumlah penanganan yang bisa dilakukan seperti terapi cognitive behavioral dan antidepresan kadang tidak berdampak baik.

Penelitian ini dipublikasikan pada jurnal National Academy of Sciences. Berdasar temuan tersebut, diketahui bahwa mengingat atau melihat suatu simbol atau suara yang tidak berhubungan dengan serangan kecemasan bisa membantu mengatasi efeknya. Sinyal aman ini mengaktifkan jaringan otak berbeda yang memicu rasa tenang dan menurunkan ketakutan.

"Sinyal aman ini bisa merupa musik, seseorang, atau bahkan benda tertentu yang menunjukkan tidak adanya ancaman," terang Paola Odriozola, peneliti dari Yale yang terlibat dalam temuan ini.

1 dari 1 halaman

Peneliti mengetes efek dari sinyal aman pada hal yang memicu kecemasan baik pada tikus maupun manusia. Pada sebuah tes, partisipan melihat bentuk yang menakutkan mereka, diikuti dengan bentuk menakutkan dan dilanjutkan dengan bentuk yang tidak menakutkan mereka.

Citraan otak menunjukkan bahwa paparan ini memicu jaringan otak yang unik. Peneliti mengungkap mebuat seseorang terpapar dengan hal yang mereka takuti secara bertingkat membuat otak merespons secara berbeda sehingga hal yang sebelumnya merupakan ancaman menjadi memiliki tingkat yang rendah dalam berhubungan dengan kecemasan.

Sebagai tambahan, memberi partisipan penelitian bentuk kedua sebagai sinyal aman bisa menurunkan ketakutan mereka selama serangan panik. Peneliti menyebut bahwa seseorang harus menemukan sinyal aman tertentu yang bisa diingat atau dilihat selama serangan panik. Hal ini bisa membantu mereka menurunkan respons ketakutan dan bahkan untuk serangan berikutnya.

Penelitian lebih lanjut masih akan dilakukan untuk melihat apakah hal ini bisa berdampak dalam jangka panjang. Hal ini juga perlu dilakukan baik terhadap anak maupun orang dewasa. (mdk/RWP)

Baca juga:
5 Hal yang Rentan Membuat Ibu Muda Menjadi Galau Ketika Mengurus Anak
Media Sosial Membuat Seorang Ibu Milenial Lebih Rentan Alami Kecemasan
Ini Alasan Mengapa Konsumsi Kafein Bisa Memperburuk Kondisi Kecemasan pada Seseorang
Olahraga Bisa Jadi Cara Sehat untuk Menekan Perasaan Depresi
Polusi Udara Semakin Parah di 2019, Masalah Kesehatan Ini Berisiko Meningkat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.