Pengguna Alat Pacu Jantung Tak Perlu Khawatir Ketika Melewati Pemeriksaan di Bandara

SEHAT | 13 Juni 2019 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Banyak pengguna perangkat yang dipasang di jantung seperti pacemaker dan defibrillator yang mungkin merasa was-was ketika menjalani pemeriksaan saat di bandara. Ketakutan ini biasanya disebabkan apakah ketika diperiksa menggunakan alat pemindai, sejumlah perangkat tersebut bakal mengalami masalah.

Para pasien yang menggunakan perangkat seperti alat pacu jantung ini disarankan untuk membatasi paparan teknologi tertentu seperti detektor logam, magnet, dan pemindai MRI. Dilansir dari Health24, sebuah penelitian menyebut bahwa sebanyak 80 persen pengguna perangkat pada jantung ini memiliki ketakutan ketika melakukan pemeriksaan di bandara.

Penelitian ini dilakukan terhadap lebih dari 1.000 orang dengan perangkat pemacu detak jantung. Diketahui walau ketakutan yang dimiliki cukup besar, ternyata tidak terjadi perubahan fungsi dari pemindaian alat ini serta perangkat ini tak terbaca di alat pemindai.

"Kami cukup terkejut dengan temuan bahwa banyak pasien menunjukkan ketakutan terhadap fungsi dari perangkat ini saat bepergian. Kami ingin untuk membantu agar mereka tidak terlalu khawatir dengan cara mengetis dampak yang mungkin muncul dari pemindaian tubuh ini terhadap perangkat seperti pacemaker dan defibillator," jelas peneliti Dr Carsten Lennerz.

"Hasil temuan kami menunjukkan bahwa pasien sekarang bisa bepergian tanpa khawatir, dengan mengetahui bahwa mereka dapat secara aman melewati pos pemeriksaan tanpa harus mengungkapkan terlebih dahulu kondisi medis mereka," sambungnya.

Baca juga:
Mengenal Apa Itu PCOS dan Bagaimana Cara Mengatasinya
Menurunnya Kekuatan Genggaman Tangan Bisa Buat Risiko Depresi Wanita Meningkat
Cukup Tidur Bisa Tekan Keinginan Konsumsi Makanan Manis dan Asin secara Berlebihan
Sejumlah Faktor yang Bisa Menyebabkan Perut Membuncit dan Cara Mengecilkannya
Tak Selamanya Sehat, Obat-Obatan Herbal Juga Bisa Munculkan Bahaya pada Tubuh
Kondisi Kurang Tidur pada Mahasiswa Bisa Berpengaruh Terhadap Kesehatan Mental

(mdk/RWP)