Penggunaan Pengering Tangan Bisa Sebabkan Masalah Kesehatan pada Anak

SEHAT | 16 Juli 2019 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Pengering tangan atau hand dryer merupakan salah satu hal yang sering kita jumpai terutama di kamar mandi pusat perbelanjaan. Namun rupanya di balik manfaatnya yang mampu mengeringkan tangan dengan cepat ini, terdapat dampak buruk yang mungkin muncul terutama pada anak-anak.

Dilansir dari Medical Daily, sebuah penelitian yang dimuat pada jurnal Paediatrics and Child Health menyebut bahwa penggunaan alat ini bisa menyebabkan masalah pada anak-anak. Pasalnya, bunyi bising yang dihasilkan bisa menyakiti pendengaran anak-anak.

Temuan ini muncul usai penelitian bertahun-tahun terhadap gadis berusia 13 tahun di Calgary, Kanada. Peneliti Nora Keegan mulai melakukan penelitian ini pada 2015 dan mengumpulkan data hingga 2017 pada lebih dari 40 kamar mandi umum di provinsi Alberta, Kanada.

"Kadang setelah menggunakan pengering tangan saya merasa dengung di telinga," jelas Nora Keegan.

"saya juga memperhatikan bahwa anak-anak tak mau menggunakan pengering tangan dan mereka menutupi telinga mereka," sambungnya.

Keegan melakukan penelitian pada saat narasumbernya masih berusia sembilan tahun. Dia menggunakan desibel meter untuk mengukur volume pengering tangan dari jarak dan tinggi yang berbeda.

"Pengering tangan sebenarnya sangat berisik terutama pada ketinggian anak-anak karena mereka dekat dengan posisi keluarnya udara," terang Keegan.

Keegan juga menyebut bahwa anak-anak memiliki telinga yang lebih sensitif dibanding orang dewasa. Hal ini menjelaskan mengapa anak-anak cenderung tidak menyukai pengering tangan serta mengalami dampak negatif ketika menggunakannya.

Baca juga:
Teknik Pernapasan Buteyko Sebaiknya Tidak Dilakukan pada Anak
80 Persen Anak Indonesia Kekurangan Omega 3, Ini Dampaknya Bagi Tubuh
Cara Mudah dan Efektif Agar Anak Tidak Lagi Pilih-Pilih Makanan
Ini Batasan Berat Maksimal Ransel Sekolah yang Sebaiknya Dibawa Oleh Anak
Ini Usia yang Paling Tepat Bagi Anak untuk Disunat
Kondisi Obesitas pada Anak Bisa Berujung Pada Risiko Tekanan Darah Tinggi

(mdk/RWP)