Penjualan daging Anjing Secara Ilegal Rentan Jadi Jalan Penyebaran Rabies

Penjualan daging Anjing Secara Ilegal Rentan Jadi Jalan Penyebaran Rabies
SEHAT | 7 Oktober 2019 17:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Konsumsi daging anjing merupakan sebuah hal yang tidak disarankan dan menjadi kontroversi di banyak negara. Konsumsi daging jenis ini ternyata juga rentan menyebarkan penyakit rabies.

Karin Franken, salah satu pendiri Jakarta Animal Aid Network (JAAN), mengungkapkan bahwa seringkali tempat pemotongan anjing mengambil hewan-hewan lepas di daerah-daerah yang belum bebas rabies.

"Cara mereka memotong, sisa yang tidak dipakai kan mereka buang. Sewaktu-waktu ada kucing mengambil sisa dari anjing yang dipotong dan memiliki rabies. Nah, bisa mulai dari situ," kata Karin saat ditemui Health Liputan6.com di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Karin menjelaskan, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) sudah menyatakan sejak 10 tahun yang lalu bahwa salah satu risiko penyebaran rabies berasal dari peredaran daging anjing secara bebas.

Karin mengungkapkan, daerah yang bebas dari rabies pun masih diintai oleh penyakit tersebut. Contohnya Jakarta, yang wilayah di sekitarnya seperti Jawa Barat belum benar-benar bebas dari masalah itu.

"Karena trafiknya, lalu lintasnya begitu ramai, sewaktu-waktu Jakarta bisa tidak bebas dari rabies lagi," ujar Karin menjelaskan.

Baca Selanjutnya: Penting Mencegah Persebaran Daging Anjing...

Halaman

(mdk/RWP)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami