Perhatikan Aturan yang Harus Dilakukan Ketika Sunat agar Tak Berdampak Fatal

SEHAT | 20 November 2019 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Sunat bisa memberi sejumlah manfaat kesehatan bagi seseorang. Namun, ketika melakukan sunat yang tak sesuai dengan aturan medis, terdapat dampak fatal yang bisa terjadi.

"Kadang metode medisnya sudah benar, tapi penanganannya di rumah yang tidak benar. Pernah ada kasus selesai sunat penisnya diberikan batu panas. Akhirnya penis mengalami kerusakan jaringan dan tidak berfungsi lagi," ucap Dr. Encep Wahyudian, praktisi sunat di Rumah Sunat dr. Mahdian.

Minimnya pengetahuan tentang sunat seringkali membuat orangtua mencoba berbagai cara sesuai mitos yang beredar. Maka tak jarang sunat justru menimbulkan risiko fatal pada masa depan alat reproduksi sang anak, seperti kasus di atas.

Sunat yang dilakukan di tempat yang kurang memadai dalam hal pencahayaan dan peralatan juga bisa menimbulkan risiko.

"Kalau sunat dilakukan di rumah, misalnya. Kalau mau melakukan sunat di rumah dengan dokter pun, persiapannya harus kusus. Dari segi alat dan pencahayaan," ucap Encep dalam acara Seminar Media Sunat Zaman Now Pakai Klem di Lamina Pain and Spine Center, Jakarta Selatan.

1 dari 3 halaman

Metode Sunat yang Tepat

Lalu, bagaimana metode dan penanganan sunat yang tepat?

Dilakukan di Atas Usia 7 Tahun

"Berdasarkan anjuran medis, idealnya dilakukan di atas 7 tahun. Karena ada psychological effect yang mungkin bisa jadi traumatik. Walaupun sebenarnya bisa pada usia berapa pun," ucap Encep.

Encep menambahkan, biasanya orangtua dan dokter harus menunggu anak tersebut paham terlebih dahulu mengenai sunat yang harus dilakukan. Agar nantinya tidak menimbulkan trauma.

2 dari 3 halaman

Konsultasi Sebelum dan Sesudah Sunat

Konsultasi pada ahlinya sebelum sunat berguna untuk menentukan tujuan yang ingin dicapai ketika sunat, apalagi bagi orang dewasa.

"Apabila melakukan sunat ketika dewasa dan memiliki kebutuhan untuk berhubungan seks, maka bisa dikonsultasikan pada dokter mengenai metode sunatnya," jelas Encep.

Tak hanya itu, konsultasi sebelum dan sesudah sunat ini juga bisa menghindari penanganan yang tidak tepat. Setidaknya risiko fatal akibat sunat bisa terhindarkan.

3 dari 3 halaman

Edukasi yang Benar Tentang Sunat

"Edukasi ketika sunat itu penting banget. Seperti misalnya jangan banyak gerak dulu yang terlalu aktif. Harus disesuaikan karena tiap orang akan berbeda kebutuhan dan kemampuan tubuhnya," ucap Encep.

Reporter: Diviya Agatha
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
Bolehkah Anak Disunat Ketika Masih Bayi?
Reaksi Anak-anak Saat Ikut Sunatan Massal Gratis
Sejumlah Kondisi yang Normal Terjadi Usai Anak Menjalani Sunat
Ketahui Hal yang Penting Dilakukan oleh Orangtua Usai Anak Menjalani Sunat
Ini Usia yang Paling Tepat Bagi Anak untuk Disunat
Lakukan Khitan Bisa Kurangi Risiko Terjadinya Kanker Penis