Protokol Kesehatan Dinilai Lebih Sulit Diterapkan dalam Keluarga

Protokol Kesehatan Dinilai Lebih Sulit Diterapkan dalam Keluarga
Ilustrasi masker kain. ©Pexels/August de Richelieu
SEHAT | 21 Januari 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, penerapan protokol kesehatan 3M merupakan hal yang harus dilakukan. Sayangnya pada lingkungan keluarga, hal ini dinilai lebih sulit untuk diterapkan.

Dwi Listyawardani, Ketua Subbidang Sosialisasi Perubahan Perilaku Satgas COVID-19 mengatakan bahwa memang sulit untuk meminta seluruh anggota keluarga tetap tinggal di dalam rumah.

"Pasti salah satu harus ada yang keluar untuk mencari nafkah," kata Dwi yang juga Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN tersebut dalam sebuah dialog virtual dari BNPB beberapa waktu lalu.

Namun, risiko penularan virus corona bisa datang dari anggota keluarga yang keluar rumah untuk bekerja. Hal inilah yang rentan membuat terjadinya klaster penularan dalam keluarga.

"Memang harus sejalan antara pemulihan ekonomi secara nasional melalui aktivitas ekonomi anggota masyarakat, dalam hal ini mereka yang usianya produktif di dalam satu keluarga, dengan penerapan protokol kesehatan itu di level keluarga," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Peran Ibu...

Halaman

(mdk/RWP)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami