Psikolog Ungkap Tantangan yang Dihadapi Masyarakat di Masa New Normal

Psikolog Ungkap Tantangan yang Dihadapi Masyarakat di Masa New Normal
SEHAT | 6 Juni 2020 18:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Penerapan tatanan kehidupan normal baru atau new normal segera diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia. Hal ini merupakan lanjutan dan transisi dari masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Psikolog klinis Annelia Sari Sani mengatakan, ada beberapa tantangan yang akan muncul terkait penerapan new normal di masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam diskusi daring beberapa waktu lalu.

Annelia mengatakan, tantangan pertama adalah pemahaman yang beragam di masyarakat terkait new normal atau tatanan normal baru.

"Bisa dibilang secara umum, pemahaman yang menyeluruh tentang tatanan normal baru ini masih rendah," kata Annelia yang juga merupakan Ketua Satgas Ikatan Psikolog Klinis Indonesia untuk Penanggulangan COVID-19 ini.

1 dari 2 halaman

Implementasi Tatanan Normal Baru

Tantangan kedua adalah belum adanya kesadaran masyarakat untuk mengimplementasikan perilaku dalam tatanan hidup normal yang baru.

Annelia mengatakan, dirinya menemukan banyak masyarakat yang memahami dan mengetahui tatanan normal baru dengan pengetahuan yang beragam.

"Namanya perubahan, namanya adaptasi pasti akan menimbulkan kegamangan. Kegamangan ini ditambah lagi dengan knowledge, dengan informasi, dengan pengetahuan yang memang juga belum merata dan simpang siur tersampaikannya kepada masyarakat," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Kekhawatiran

Selain itu, rasa takut atas penularan COVID-19 juga bisa menjadi tantangan dari penerapan new normal. Apalagi karena selama ini, masyarakat merasa aman saat lebih banyak beraktivitas di dalam rumah.

"Mereka yang secara ciri pribadinya cenderung lebih tertutup, lebih menarik diri, maka untuk kembali menghadapi dunia luar ini akan menimbulkan suatu kekhawatiran," kata Annelia.

Tantangan lainnya adalah pada anak-anak yang harus beradaptasi lagi dengan kegiatan bersekolah, belajar, maupun pertemanan dengan protokol kesehatan khusus yang sebelum pandemi tidak dilakukan.

"Ini semua pasti akan menimbulkan distress psikologis yang kalau tidak ditangani akan berdampaknya tentu kembali ke fisik, pada imunitas, pada kesehatan fisik," tandasnya.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
Cara Mudah Tingkatkan Kesehatan Mental di Masa Pandemi
Kebiasaan Multitasking Bisa Menimbulkan Dampak Negatif yang Membuatmu Tidak Produktif
Deretan Makanan yang Bisa Membantu Meredakan Rasa Cemas dalam Dirimu
Depresi pada Orangtua Bisa Buat Anak Kehilangan Rasa Empati pada Orang Lain
Gejala Distress Mungkin Terjadi Pada Anak, Kenali Tandanya
Begini Cara Mengelola Stres dan Beradaptasi dengan Kondisi Pandemi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5