Rentan Dialami, Ketahui Perbedaan Stres dengan Parental Burnout

Rentan Dialami, Ketahui Perbedaan Stres dengan Parental Burnout
Ilustrasi stres. ©Istock
SEHAT | 18 Desember 2020 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Tinggal di rumah dengan setumpuk pekerjaan, pekerjaan rumah, serta mengurus anak kerap membuat kita kesulitan. Pada masa pandemi COVID-19, kelelahan mengurus anak atau parental burnout juga kerap dialami oleh ibu.

Putu Andani, M.Psi., psikolog dari TigaGenerasi mengatakan para ibu memiliki risiko yang tinggi terhadap masalah stres, parental burnout dan depresi. Masalah kesehatan mental kini pun dapat memberikan dampak yang buruk pada anak dan keluarga.

Untuk membedakan antara stres, burnout dan depresi, Putu membaginya ke dalam tingkatan tertentu. Menurut Putu, stres berada di level pertama, burnout pada urutan kedua dan yang paling berbahaya depresi atau peringkat tiga.

"Tapi ini titik yang lumayan kritis, kalau kita bisa meregulasinya dengan baik, maka akan membuat kita lebih kuat. Cara membedakannya gimana? Kalau stres itu lebih singkat waktunya, cepat banget kita bangkitnya kalau burnout ini kelelahan yang luar biasa secara mental," ujar Putu beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Putu mengatakan dampak dari parental burnout adalah timbulnya jarak dengan anak. Seorang ibu akan merasa bahwa mengurus anak merupakan sebuah pekerjaan yang tidak lagi membutuhkan kedekatan emosional.

"Karena kita sebenarnya penginnya off tapi enggak bisa break, akhirnya kita ke anak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya aja bukan kebutuhan emosionalnya," ujar Putu.

Baca Selanjutnya: Penyebab Parental Burnout...

Halaman

(mdk/RWP)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami