Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan hamil anggur?

Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan hamil anggur?
Ilustrasi hamil. ©shutterstock.com/Dmitry Kalinovsky
SEHAT | 28 Maret 2016 09:23 Reporter : Sumber:

Merdeka.com - Setiap minggu, merdeka.com membuka layanan tanya jawab seputar masalah kesehatan. Dalam proyek ini, kami bekerja sama dengan tim dokter dari meetdoctor.com yang akan memberi jawaban atas pertanyaan yang disampaikan oleh pembaca. Berikut adalah salah satu pertanyaan yang sudah sampai di redaksi merdeka.com.

Pertanyaan

Apakah yang dimaksud dengan hamil anggur? Apakah yang menyebabkannya?

Jawaban

Hamil anggur/ hamil mola, atau mola hidatidosa dalam bahasa medisnya, merupakan salah satu jenis kehamilan abnormal dimana pertumbuhan bakal janin digantikan oleh pertumbuhan tumor jinak yang berasal dari sel trofoblas. Trofoblas itu sendiri pada dasarnya merupakan sel penyusun plasenta - saluran/ penghubung yang terbentuk selama kehamilan untuk menyalurkan nutrisi dari Ibu ke janin dan membawa sisa metabolit (hasil eksresi) dari janin ke sirkulasi Ibu-.

Pada hamil anggur, sel trofoblas tersebut mengalami pertumbuhan abnormal saat sel telur dibuahi oleh sperma; selanjutnya, pertumbuhan abnormal dari sel trofoblas tersebut akan menyebabkan terbentuknya massa abnormal yang tersusun atas kista (kantung berisi cairan) dan terlihat seperti anggur putih.

Secara umum, hamil anggur disebabkan oleh ketidakseimbangan informasi genetik (kromosom) saat pembuahan. Hal ini biasanya terjadi ketika sel telur yang tidak mengandung kromosom dibuahi oleh sperma (kehamilan molar lengkap) atau ketika sel telur normal dibuahi oleh dua sperma (molar kehamilan parsial). Dalam kasus hamil anggur yang lengkap, embrio tidak berkembang sama sekali. Sedangkan pada hamil anggur sebagian atau parsial, janin dapat berkembang tetapi tidak pernah menghasilkan bayi yang normal.

Usia lebih dari 35 tahun, adanya riwayat kehamilan mola sebelumnya, riwayat keguguran berulang, serta kekurangan vitamin A merupakan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kehamilan mola.

Dijawab oleh dr. Nina Amelia Gunawan

Minggu ini merdeka.com mengusung tema seputar Kesehatan Anak. Punya pertanyaan? Yuk kirim pertanyaan Anda ke support@merdeka.com. Jangan lupa sertakan alamat akun media sosial Anda juga yah. (mdk/feb)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami