Sejarah Penggunaan Masker, dari Masker Paruh Burung Abad ke-17 Hingga Menjadi Budaya

Sejarah Penggunaan Masker, dari Masker Paruh Burung Abad ke-17 Hingga Menjadi Budaya
SEHAT | 27 Oktober 2020 14:28 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Pada saat ini, selain dompet dan ponsel, hal lain yang pasti selalu kita bawa adalah masker. Bukan hanya sekadar dibawan, masker ini juga perlu dipakai untuk menghindarkan penyebaran COVID-19.

Bersama dengan mencuci tangan dan menjaga jarak, menggunakan masker merupakan kewajiban yang harus selalu kita laksanakan di masa pandemi ini. Walau penggunaan masker mulai digencarkan pada saat pandemi COVID-19 ini, namun sesungguhnya hal ini bukanlah sesuatu yang baru.

Sebagian orang yang bepergian menggunakan sepeda motor telah biasa menggunakannya sebelum masa pandemi ini. Bahkan pada negara Asia Timur seperti Jepang atau Korea Selatan, penggunaan masker ini sudah merupakan kebiasaan sehari-hari bagi masyarakat di sana.

Dalam mencegah penyebaran penyakit, masker juga memiliki riwayat yang cukup panjang. Pada era modern ini, penggunaan masker telah dilakukan dengan tujuan mencegah penyebaran infeksi sejak Flu Spanyol tahun 1918.

Lebih jauh lagi, Dalam tulisannya di The Conversation, Catherine Carstairs, profesor di Departemen Sejarah University of Guelph, menjelaskan bahwa masker juga telah digunakan pada epidemi di abad ke-17. Pada saat itu, masker berbentuk paruh burung ini biasa digunakan dokter untuk mencegah persebaran wabah.

Baca Selanjutnya: Masker Paruh Burung di Abad...

Halaman

(mdk/RWP)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami