Sejumlah Gejala Fisik dan Mental yang Mungkin Dialami Karena Kecanduan Internet

SEHAT | 1 Oktober 2019 17:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Banyak orangtua yang khawatir anak mereka mengalami kecanduan internet. Pasalnya, banyak anak menghabiskan banyak waktu di internet baik untuk bermain, menonton video, maupun sejumlah hal lainnya.

Masalah kecanduan internet ini memang sedang banyak dialami saat ini, terutama karena kita tak bisa lepas dari penggunaan internet sehari-hari. Bukan hanya pada anak-anak saja, masalah ini juga bisa dialami orang dewasa bahkan hingga manula.

Penyakit kecanduan internet sendiri pada saat ini sudah didiagnosis sebagai penyakit. Terdapat sebutan lain untuk masalah ini seperti Problematic Internet Use (PIU), Compulsive Internet Use (CIU) atau iDisorder.

Sejumlah kondisi ini mempengaruhi pusat kesenangan di otak. Berdasar sejumlah penelitian, dampak yang dialami dari kecanduan internet sama dengan kecanduan alkohol atau obat-obatan.

Pusat kesenangan di otak menstimulasi produksi dopamin serta perilaku seseorang. Kecanduan atau kesenangan pada aktivitas tertentu bisa terjadi karena seseorang merusaha meraih respons kesenangan tertentu.

Penyakit ini bisa mempengaruhi tubuh dalam berbagai hal. Gejala yang ditimbulkan juga tampak secara emosi maupun fisik.

1 dari 3 halaman

Gejala Emosional dari Kecanduan Internet

- Cemas, takut, dan merasa terancam
- Mempertahankan diri
- Tidak jujur
- Kesepian dan depresi
- Kesenangan berlebih ketika menggunakan komputer
- Rasa bersalah
- Ketidakmampuan mengikuti jadwal
- Terasing
- Mood yang berubah-ubah
- Ragu-ragu

2 dari 3 halaman

Gejala Fisik dari Kecanduan Internet

- Sakit punggung
- Sindrom lorong karpal
- Sakit kepala
- Insomnia
- Sakit leher
- Berat badan turun atau naik
- Kebersihan diri yang buruk
- Masalah mata

3 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Kecanduan Internet

Mengatasi kecanduan internet bisa jadi sulit atau mudah tergantung kondisi. Hal pertama yang harus diketahui seseorang adalah mengetahui ketika penggunaan internetnya sudah berlebihan.

Ketika penggunaan internet sudah menghambat hubungan sosial dan aktivitas sehari-hari, maka hal ini sudah merupakan tanda awal. Penting untuk mencari bantuan yang tepat dari pakar. (mdk/RWP)

Baca juga:
Pertanyaan Kapan Nikah Terus Menerus Tidak Membantu untuk Memecahkan Masalah
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Setiap Orang Harus Kenali dan Pahami Diri Sendiri
Lelaki Muda Lebih Rentan Bunuh Diri Dibanding Perempuan
Stres yang Dialami oleh Ibu Hamil Bisa Timbulkan Masalah Kepribadian pada Buah Hati
6 Hal yang Jadi Alasan Seseorang Enggan Lakukan Konsultasi Masalah Mental