Selain kanker, 5 hal ini juga bisa bikin payudaramu nyeri

SEHAT | 1 April 2018 04:08 Reporter : Febrianti Diah Kusumaningrum

Merdeka.com - Wanita mana yang tidak terobsesi dengan payudara? Apapun diperhatikan. Mulai dari bentuknya yang terlalu besar, terlalu kecil, tidak simetris, hingga rasa nyeri yang sering tiba-tiba muncul.

Saat rasa nyeri ini datang, muncul ketakutan bahwa apakah itu pertanda dari penyakit kanker payudara atau bukan. Well, jika kamu merasakan nyeri payudara yang sama, jangan panik. Sebab menurut penelitian dari penulis buku berjudul Breast Book, Dr. Susan Love, dikatakan bahwa kurang dari 10% nyeri payudara disebabkan oleh kanker.

Lalu, faktor apa sajakah yang bisa membuat payudaramu terasa nyeri?

1 dari 5 halaman

Menstruasi yang akan datang

ilustrasi menstruasi. ©www.livestrong.com

Saat menstruasi akan datang, terjadi beberapa perubahan hormonal dalam tubuh wanita. Contohnya adalah perubahan kadar estrogen dan progesteron.

"Saat kedua hormon ini mengalami ketidakseimbangan, maka payudara akan bengkak dan muncul rasa sakit," jelas Eleni Tousimis, ahli kesehatan payudara dari New York Presbyterian Hospital Weill Cornell Medical Center. Sehingga kamu pun tak perlu khawatir sebab rasa nyeri ini akan hilang.

2 dari 5 halaman

Kamu mengalami gangguan payudara fibrocystic

Ilustrasi payudara. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/Stefano Tinti

Jika rasa nyeri ini disertai dengan munculnya beberapa gumpalan dan benjolan, kemungkinan kamu mengalami gangguan yang disebut dengan gangguan payudara fibrocystic atau kista payudara.

"Terkadang kista yang muncul bisa berisi cairan yang merupakan hasil dari ketidakseimbangan asam lemak di dalam sel payudara. Terjadinya peradangan karena aktivitas tersebut, bisa membuat payudara terasa nyeri."

3 dari 5 halaman

Diet yang kamu jalani

Ilustrasi diet. ©Shutterstock/Indigo Fish

Diet yang sedang kamu lakukan ternyata bisa berpengaruh pada kesehatan payudara.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Kanada, diet rendah lemak akan membuat kadar estrogen berkurang sehingga kemungkinan payudara bengkak dan nyeri juga sedikit. Dengan kata lain terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak jenuh semakin memperbesar risikomu untuk mengalami nyeri payudara. Hal yang sama juga berlaku pada konsumsi kafein. Beberapa ahli kesehatan percaya bahwa konsumsi kafein berlebih akan membuat jaringan payudara membengkak dan menyebabkan munculnya rasa sakit.

4 dari 5 halaman

Olahraga berlebihan

Ilustrasi olahraga. boldsky.com

Olahraga memang baik dilakukan untuk menambah kesehatan tubuh. Namun janganlah berlebih. Sebab kamu bisa cedera hingga menyebabkan payudara terasa nyeri.

Olahraga yang dilakukan berlebih, terutama olahraga angkat beban akan membuat otot pectoralis yang terletak di bawah payudara jadi tertarik. Hasilnya, muncul rasa nyeri. Kamu bisa mengobatinya dengan memakai warm pad atau konsumsi obat anti inflamasi.

Jika kamu merasa bahwa rasa sakit ini memburuk, kemungkinan kamu memiliki costochondritis atau peradangan di daerah antara tulang rusuk dan payudara. Jika kami mengalami hal ini, maka segera konsultasikan dengan dokter.

5 dari 5 halaman

Konsumsi obat-obatan

Ilustrasi obat. Shutterstock/Poprotskiy Alexey

Konsumsi obat-obatan ternyata juga bisa memicu munculnya rasa nyeri di payudara, lho. Contohnya adalah konsumsi pil KB yang sensitif terhadap hormon estrogen dan membuatmu mengalami sakit payudara.

Selain itu, obat asma seperti yang mengandung zat theophylline yang secara kimiawi mirip dengan kafein juga memberikan efek yang sama.

Itulah beberapa penyebab payudara sakit yang tak melulu disebabkan karena kanker. Sehingga jika kamu mengalami nyeri payudara, jangan keburu panik dulu ya. Ada baiknya kamu melakukan diagnosa sendiri sebelum pergi ke dokter. (mdk/feb)

Baca juga:
Tak selalu menyehatkan, ini bahayanya jika kamu jarang memakai bra
Duh, ternyata cat rambut bisa meningkatkan risiko kanker payudara!
Ladies, ini 5 kebiasaan sehari-hari yang bikin payudara indahmu kendur
5 Cara payudara beritahukan kondisi kesehatanmu yang sebenarnya
Keluar air susu tanpa hamil, bisakah terjadi?