Serangan jantung pada manula sering tak terdeteksi

Serangan jantung pada manula sering tak terdeteksi
SEHAT | 6 September 2012 15:04 Reporter : Kun Sila Ananda

Merdeka.com - Meski gejala serangan jantung telah banyak diketahui, masih banyak manula terkena serangan jantung yang tak terdeteksi. Bahayanya, serangan jantung yang tak terdeteksi malah lebih serius dan berakibat fatal.

Temuan ini didasarkan pada penelitian yang menggunakan cardiac MRI untuk menganalisa 936 orang berusia 67 - 93 tahun di Islandia. Penelitian ini dilakukan oleh tenaga ahli dari National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), National Institute on Aging (NIA), dan Icelandic Heart Association.

Tes cardiac MRI menunjukkan bahwa kebanyakan manula mengalami serangan jantung tak terdeteksi. Sekitar 21 persen orang yang terkena diabetes mengalami serangan jantung tak terdeteksi, sementara 14 persen lagi terjadi pada orang yang tak memiliki diabetes. Di antara orang yang tak memiliki diabetes, 11 persen tak mendeteksi adanya serangan jantung, sementara 9 persen mengalami serangan jantung dengan tanda-tanda yang bisa didiagnosis.

Peneliti menemukan bahwa manula yang mengalami serangan jantung tak terdeteksi memiliki beberapa faktor pemicu, antara lain tekanan darah tinggi dan atherosclerosis, seperti dilansir oleh Thirdage (05/09).

Kebanyakan orang yang mengalami serangan jantung tak terdeteksi tak menggunakan obat seperti statins dan aspirin. Ketika serangan jantung terjadi, sekitar 73 persen orang dilaporkan selamat karena mengonsumsi obat-obatan tersebut. (mdk/kun)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami