Sering Dianggap Sama, Kenali Perbedaan Antara Psikiater dan Psikolog

Sering Dianggap Sama, Kenali Perbedaan Antara Psikiater dan Psikolog
SEHAT | 1 Juli 2020 00:40 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Masalah mental merupakan salah satu gangguan kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele. Mengatasi dengan meminta pertolongan ke pakar kesehatan mental merupakan hal yang penting dilakukan.

Ketika hendak meminta pertolongan terkait kesehatan mental, banyak orang tidak bisa membedakan antara psikiater dan psikolog. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang penting untuk menangani masalah kesehatan mental seseorang.

Belum lagi adanya terapis yang juga kita butuhkan untuk menangani masalah kesehatan mental. Walau menangani masalah yang sama, terdapat sejumlah perbedaan yang penting untuk kamu ketahui.

Mengetahui masalah mental yang kamu miliki merupakan hal pertama yang penting dilakukan. Ini bisa sangat menuntukan untuk menangani masalah kesehatan mental dengan mengetahui harus berkonsultasi ke siapa.

1 dari 3 halaman

Psikolog

Psikolog merupakan pakar yang memiliki fokus pada masalah kesehatan mental serta cara mengelolanya. Seseorang bisa meraih gelar psikolog setelah menjalani pendidikan profesi khusus usai menempuh jenjang magister di bidang psikologi.

Hal yang membedakan psikolog dari pakar kesehatan mental lain adalah pengetahuan mereka mengenai perawatan terkait beragam masalah kesehatan mental. Psikolog merupakan pihak yang tepat ketika pasien membutuhkan evaluasi mengenai gejala mood yang mereka alami dan tidak bisa dijelaskan serta fungsi antarpersonal yang tidak efektif.

Dilansir dari Huffington Post, psikolog disebut memiliki keterampilan pada wawancara klinis serta evaluasi psikologis yang komprehensif untuk memastikan dan mengetahui diagnosis masalah mental. Hal ini sangat penting untuk membuat diagnosa yang tepat mengenai masalah mental yang dialami seseorang.

2 dari 3 halaman

Psikiater

Psikiater merupakan seorang dokter yang telah menjalani pendidikan psikiatris. Sebagai dokter, mereka bisa memberi diagnosa mengenai kesehatan mental serta memberi resep dan obat bagi seorang pasien.

Sejumlah psikiater bisa melakukan terapi bicara kepada pasien. Walau begitu, sebagian besar psikiater lebih berfokus pada kondisi pasien serta perawatan yang harus mereka jalani berdasar sudut pandang psikologis. Hal ini biasanya berupa menganalisis gejala kemudian memberi obat untuk mengatasi masalah mental mereka.

Pada sejumlah kasus, psikiater juga bakal membicarakan mengenai hubungan, terutama dengan orangtua, serta melakukan analisis sejak masa anak-anak. Namun, psikiater bakal menyarankan pasien untuk ke psikolog atau terapis lain untuk mendapat perawatan yang lebih tepat dan mendalam.

3 dari 3 halaman

Terapis

Terapis biasanya merupakan istilah yang digunakan untuk mengacu pada pakar kesehatan yang bisa membantu mengatasi masalah kesehatan. Selain istilah terapis, istilah konselor biasanya juga bisa digunakan.

Terdapat rentang luas mengenai terapis ini mulai dari pekerja sosial, terapis keluarga dan pernikahan, serta konselor kllinis. Keahlian sebagai terapis biasanya diperoleh setelah melakukan menyelesaikan pendidikan tambahan.

Terapis bisa melakukan perawatan baik secara berkelompok maupun individu. Perbedaan jenis terapi yang terjadi ini bisa disebabkan cara penanganan yang dilakukan. (mdk/RWP)

Baca juga:
5 Cara Mudah Cegah Munculnya Bau Kaki yang Mengganggu
Langsung Mandi Usai Berolahraga, Apakah Boleh Dilakukan?
Deretan Hal yang Bisa Menjadi Penyebab Munculnya Bau Ketiak
7 Masalah Kesehatan yang Bisa Menimbulkan Mual di Pagi Hari Selain Kehamilan
Benarkah Gula Merah Memiliki Manfaat Lebih Sehat Dibanding Gula Pasir?
Tips Mudah Menyimpan dan Mencairkan ASI yang Beku Disimpan di Kulkas

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5