Tahapan Pemberian Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19, Minimal Lewati 5 Fase

Tahapan Pemberian Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19, Minimal Lewati 5 Fase
SEHAT | 26 Oktober 2020 14:41 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Ramai diberitakan dan dipergunjingkan di dunia maya jika pengambilan keputusan Emergency Use Authorization (EUA) adalah langkah yang tergesa. Namun, apakah benar EUA atau izin penggunaan darurat, khususnya pada vaksin Covid-19, diputuskan secara tergesa dan tanpa melewati proses yang baik dan benar?

Ahli Kebijakan Kesehatan dan Penanggulangan Penyakit Infeksi sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengungkapkan bahwa pengembangan vaksin memiliki lima tahap sebelum memasuki masa produksi secara massal.

"Proses awal yang harus dilakukan adalah penelitian dasar, kemudian dilakukan uji pre-klinis, baru kemudian tiga fase uji klinis," ujarnya saat konferensi pers virtual 'Perkembangan Penanganan COVID-19 dan Tanya Jawab Media' di Media Center Satgas Penanganan COVID-19 Graha BNPB, Jakarta, ditulis Senin (26/10).

Setelah lulus fase uji klinis tiga baru kemudian bisa diajukan untuk persetujuan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM). Di tahap persetujuan, atau paling akhir inilah keputusan EUA bisa diambil atau tidak.

Direktur Registrasi Obat Badan POM, Lucia Rizka Andalusia, mengungkapkan bahwa EUA bisa diambil bila memang kondisi keperluannya genting dan sudah lulus uji klinis. "Jika kita tidak melakukan uji klinis di Negara sendiri, kita bisa menggunakan data uji klinis yang dilakukan di negara lain (untuk memutuskan Emergency Use Authorization)," ujarnya.

"Demikian juga untuk vaksin ini, uji klinisnya bukan hanya dilakukan di Indonesia tapi dilakukan di multi center, dilakukan di beberapa negara secara bersamaan," tambahnya.

Pemerintah melalui Badan POM terus melakukan monitoring secara berkala untuk mendapatkan data khasiat dan keamanan vaksin secara lengkap. (mdk/bim)

Baca juga:
Menabung Itu Wajib, Cari Tambahan untuk Investasi Masa Depan
Dorong Daya Beli, Pemerintah Percepat Proses Pencairan Bantuan Subsidi Gaji
Vaksin Terbukti Menurunkan Angka Kematian Penyakit Berbahaya
Menyebarkan Informasi Keliru Soal KIPI & Vaksin Dapat Rugikan Masyarakat
Pelaku Industri Apresiasi Dana Hibah Pariwisata Rp3,3 Triliun
Dana Hibah Diharapkan Bangkitkan Kembali Industri Pariwisata
Kompetensi Bio Farma dalam Pengembangan Vaksin Diakui Dunia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami