Tak Hanya Wanita, Pria juga Bisa Jadi Korban Kekerasan Seksual

Tak Hanya Wanita, Pria juga Bisa Jadi Korban Kekerasan Seksual
SEHAT | 16 Januari 2020 07:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Menjadi korban kekerasan seksual merupakan sebuah pengalaman buruk yang bakal menyebabkan masalah lebih lanjut pada kehidupan seseorang. Pada korban, perlu adanya bantuan untuk bisa mengatasi masalah tersebut.

Banyak yang beranggapan bahwa korban kekerasan seksual selalu perempuan dan anak-anak, lalu laki-laki selalu menjadi pelakunya. Apa benar begitu?

Health-Liputan6.com berkesempatan bertemu dengan dokter spesialis kedokteran jiwa Gina Anindyajati. Nyatanya, pria juga bisa menjadi korban kekerasan seksual meski menurut data jumlahnya tidak banyak.

“Literatur yang menyebutkan korban kekerasan seksual pada laki-laki memang masih terbatas, tetapi diketahui di Asia Pasifik terdapat sekitar 1,5 persen sampai 7,7 persen laki-laki yang menjadi korban kekerasan seksual,” ucap Gina.

1 dari 1 halaman

Penanganan Korban Laki-Laki dan Perempuan

Ketika laki-laki menjadi korban dari kekerasan seksual, masih banyak yang beranggapan bahwa akan terpinggirkan penanganannya. Struktur sosial patriarki, kata psikiater yang praktik di Angsa Merah ini, menjadikan laki-laki sulit untuk mencari pertolongan.

Gina menjelaskan bahwa dari struktur sosial yang terbentuk membuat seolah-olah laki-laki tidak bisa menjadi korban. Padahal, laki-laki yang menjadi korban kekerasan seksual perlu mencari bantuan. Laki-laki tersebut perlu mendapat penanganan seperti wanita yang juga menjadi korban kekerasan seksual.

Yang pertama yang perlu dilakukan yaitu menerima. Bagaimana kita bisa memberikan layanan dan dukungan tanpa menghakimi, ucap wanita yang sehari-hari juga aktif di Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM).

Baik perempuan maupun laki-laki perlu mendapatkan pendampingan yang sama karena sama-sama merupakan korban. Para korban ini harus dibantu, diterima, divalidasi perasaannya, dan ditentramkan ketidaknyamanannya.

Reporter: Vina Muthi A.
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
5 Tanda Kondisi Rendah Testosteron yang Dialami oleh Pria
Ini Perbedaan Pria dan Wanita Ketika Melihat Lawan Jenis dalam Kondisi Tanpa Pakaian
Mengapa Area Vital dan Puting Memiliki Warna Lebih Gelap? Ini Penyebabnya
Data KPAI, Selama 2019 Ada 123 Anak Korban Kekerasan Seksual di Institusi Pendidikan
Tidur Lebih Lama Bisa Tingkatkan Hasrat dan Kepuasan Seksual Wanita

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami