Tak Tunjukkan Gejala Berat, Anak dan Bayi Bisa Jadi Carrier COVID-19

Tak Tunjukkan Gejala Berat, Anak dan Bayi Bisa Jadi Carrier COVID-19
SEHAT | 10 April 2020 18:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Pada anak dan bayi, infeksi COVID-19 yang dialami bakal tak separah orang dewasa. Namun mereka tetap perlu awas, karena bisa saja menjadi pembawa virus tersebut.

Dr Dasaad Mulijono Kepala Cardiac Center Bethsaida Hospitals menyebut anak-anak dapat menjadi pembawa virus (carrier) COVID-19. Menurutnya, data menunjukkan bahwa corona pada anak atau bayi hanya akan menimbulkan gejala ringan.

Kriteria bayi atau anak yang dapat terjangkit COVID-19 hanya anak-anak tertentu. Misal, bayi yang tidak diberi air susu ibu (ASI) dan yang telah memiliki penyakit bawaan.

“Karena di dalam air susu ibu ada imun untuk bayi. Biasanya bayi yang terkena adalah bayi yang minum susu formula,” kata Dasaad dalam siaran Facebook Liputan6.com

Walau bayi dan anak memiliki risiko paling kecil terkena COVID-19 namun mereka dapat menjadi pembawa virus.

“Anak kecil dan bayi kita harus hati-hati karena mereka bisa menjadi carrier, tempat di mana bisa menularkan kepada orang tua. Makanya sekarang di luar negeri bayi dan anak-anak dilarang bertemu dengan kakek neneknya karena lansia lebih rentan,” terangnya.

1 dari 1 halaman

Anak Muda yang Meninggal Karena Covid-19

Menurut Dasaad, anak muda atau remaja memiliki risiko lebih rendah terkena corona dibanding orang tua. Namun, data menyebutkan banyak juga anak muda yang meninggal akibat COVID-19.

Hal ini perlu dilihat dari gaya hidup anak muda tersebut. Kebanyakan pasien muda yang meninggal adalah perokok dan banyak mengonsumsi makanan berlemak seperti goring-gorengan.

Jadi gak aneh kalau mereka pada kena dan kasihannya juga gak sedikit yang meninggal padahal seharusnya umur segitu tidak meninggal kalau kena COVID-19, terangnya.

Hingga saat ini, orang lanjut usia di atas 50 tahun jadi golongan paling rentan terinfeksi COVID-19 dengan gejala berat. Selain itu, orang dengan penyakit penyerta seperti diabetes, tuberculosis, dan HIV juga memiliki risiko kematian tinggi jika terinfeksi COVId-19.

Reporter: Ade Nasihudin Al Ansori
Sumber: Liputan6.com (mdk/RWP)

Baca juga:
Masa Berdiam di Rumah Harusnya Jadi Waktu Rajut Kebersamaan Anak dengan Orangtua
Orangtua yang Tetap Bekerja Rentan Tularkan COVID-19 pada Buah Hati
Rekomendasi IDAI Untuk Imunisasi Anak di Tengah Pandemi Covid-19
Begini Anjuran Tepat Mengasuh Anak pada Saat Pandemi COVID-19
Masa Jaga Jarak Jadi Waktu Ajarkan Hidup Bersih dan Sehat pada Anak

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami