Tingkat Parahnya Depresi Seseorang Bisa Pengaruhi Penyakit Kardiovaskular

SEHAT | 14 November 2019 14:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Depresi merupakan masalah mental yang bisa berujung pada sejumlah masalah kesehatan lain. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa semakin parahnya depresi seseorang bisa meningkatkan peluang seseorang untuk mengalami penyakit jantung atau stroke.

Dilansir dari The Health Site, hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada jurnal American Heart Association.

"Penyakit kardiovaskular disebabkan oleh dan berhubungan dengan sejumlah aspek kesehatan dan kebugaran termasuk kesehatan mental," terang peneliti Yosef M. Khan, kepala dari Health Informatics and Analytics for the American Heart Association, Dallas, Texas.

"Kami menemukan bahwa tingkat depresi berhubungan secara kuat terhadap hidup dengan penyakit jantung dan stroke, bahkan setelah mempertimbangkan sejumlah faktor lain yang berdampak pada risiko dan variabel berupa usia, pendapatan, pendidikan, seks, ras, serta etnis," sambungnya.

Peneliti kemudian mempelajari hubungan antara depresi dan penyakit jantung tak fatal seperti gagal jantung, penyakit jantung koroner, angina, serangan jantung, atau stroke pada orang dewasa usia 20 tahun ke atas. Pada penelitian ini, lebih dari 11.000 orang dewasa didiagnosis dengan depresi diidentifikasi.

1 dari 1 halaman

Tingkat Depresi Sangat Menentukan

Analisis dilakukan untuk melihat hubungan antara depresi dan penyakit jantung non-fatal atau stroke. Diketahui bahwa peluang hal ini meningkat 24 persen dengan bertambahnya tingkat depresi baik rendah, sedang, cukup parah, dan parah.

"Implikasi dari peningkatan ini cukup besar," terang Khan.

"Dengan memahami hubungan dan tingkat dampak ini, kita bisa mengidentifikasi, mencegah, mengatasi, dan melahirkan kebijakan serta strategi yang tepat untuk menurunkan penyakit kardiovaskular dan meningkatkan kehidupan dengan mengatasi penyakit mental dan penyakit jantung secara bersamaan," sambungnya.

Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk melihat apakah depresi menyebabkan penyakit kardiovaskular atau sebaliknya. Walau begitu kedua masalah ini penting untuk ditangani secara serius. (mdk/RWP)

Baca juga:
5 Makanan yang Tanpa Kamu Sadari Bisa Jadi Penyebab Bad Mood
8 Tanda yang Menunjukkan Adanya Gangguan Bipolar dalam Dirimu
Mengapa Kita Menyukai Rasa Takut? Secara Psikologis, Ini Alasannya
Berpikir Terlalu Pendek Bisa Buat Usia Kamu Menjadi Lebih Pendek
Konsumsi Makanan Sehat Bisa Bantu Atasi Gejala Depresi Seseorang