Udara Panas Bisa Buat Bayi Rentan Lahir Lebih Dini

SEHAT | 11 Desember 2019 11:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Hawa panas yang muncul pada beberapa waktu belakangan ini bisa menyebabkan sejumlah masalah pada tubuh kita. Hal ini ternyata juga bisa menyebabkan masalah pada bayi yang tengah dikandung.

Hawa panas bisa menyebabkan melonjaknya jumlah bayi yang lahir lebih awal. Fenomena ini bisa menyebabkan masalah pada balita dan bisa berujung lebih buruk seiring meningkatnya temperatur akibat perubahan iklim.

Dilansir dari Japan Today, peneliti dari California mengungkap bahwa 25.000 anak lahir lebih awal pada periode yang lebih hangat di Amerika Serikat antara 1968 hingga 1988. Walau belum disebut secara meyakinkan mengenai hal ini, namun kelahiran prematur ini perlu ditangani secara serius.

"Sangat mungkin bahwa lahir lebih awal bisa berdampak pada perkembangan anak dan berdampak panjang pada masa dewasa. Namun penelitian lebih lanjut butuh untuk dikonfirmasi mengenai hal ini," terang Alan Barreca dari Institute of the Environment and Sustainability, University of California–Los Angeles.

"Udara panas meningkatkan tingkat maternal oksitosin yang meruapakan hormon penting untuk mengatur kehamilan dan melahirkan. Namun, hubungan ini bisa disebabkan karena udara panas menyebabkan stres kardiovaskular yang mungkkin berujung pada melahirkan lebih dini," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Jumlah Kelahiran Prematur Ini Diprediksi Meningkat

Barreca dan tim penelitinya menggunakan data kelahiran selama 20 tahun di Amerika Serikat. Diketahui bahwa tingkat kelahiran bayi lebih dini meningkat lima persen pada saat temperatur di atas 32,2 derajat Celsius sekitar satu dari setiap 200 kelahiran.

Meningkatnya temperatur yang terjadi ini diperkirakan masih akan terus terjadi. Barreca mengungkap bahwa dampak potensial ini bakal semakin meningkat terkait tingkat kelahiran dini.

"Kami memprediksi bahwa lebih dari 1 di antara 100 kelahiran di Amerika Serikat pada akhir abad bakal lebih dini dibanding yang diperkirakan," terangnya.

"Jumlah ini mungkin tampak kecil, namun sesungguhnya jauh lebih besar dibanding risiko kematian dari kecelakaan mobil," sambungnya.

Andrew Shennan, profesor obstetrik di King's College London mengungkap bahwa temperatur ekstrem ini telah lama dihubungkan dengan risiko kelahiran prematur. Walau begitu, hubungan antara kedua hal ini masih belum jelas. (mdk/RWP)

Baca juga:
Aktivitas Fisik Bisa Membantu Turunkan Risiko Patah Tulang Panggul pada Wanita Lansia
Bayi yang Lahir dari Ibu Usia Tua Lebih Berisiko Alami Masalah Jantung
Konsumsi Avokad Bisa Bantu Mencegah Terjadinya Diabetes
Konsumsi Protein Terlalu Banyak Bisa Timbulkan Masalah pada Ginjal
Pria Lajang yang Hobi Menonton Film Porno Rentan Alami Disfungsi Ereksi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.